BANTENRAYA.COM – Ribuan warga Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang mendesak anggota TNI mencabut plang proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) atau geothermal di Desa Batukuwung.
Ribuan warga yang keberatan dengan pemasangan plang proyek geothermal itu turun ke jalan pada Senin 12 Desember 2022 pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Mereka juga melakukan aksi besar-besaran agar plang proyek geothermal segera diturunkan.
Baca Juga: Perppu Diterbitkan, Jumlah Kursi DPRD Provinsi Banten Bertambah Jadi 100, Berikut Rincian Alokasinya
Plang proyek geothermal yang dipermasalahkan warga itu dipasang anggota TNI pada pagi harinya. Namun pada sore hari plang dicabut lagi oleh anggota TNI setelah ada desakan dari warga.
“Iya warga kemarin mendesak anggota TNI untuk mencabut plang yang mereka pasang,” ujar warga Kecamatan Padarincang Ikmaludin kepada Bantenraya.com, Selasa 13 Desember 2022.
Ia mengungkapkan, ribuan warga yang turun ke jalan setelah ada mendapat informasi dari group whatshapp bahwa anggota TNI memasang plang proyek.
Baca Juga: UPDATE Coupon Code The Spike Volleyball Story 13 Desember 2022, Klaim Ratusan Bola Voli Gratis
“Kata warga TNI bilangnya mau bersih-bersih ternyata pasang plang,” katanya.
Ikmal memastikan saat ini situasi di lokasi pemasangan plang atau akses masuk ke proyek geothermal sudah kondusif dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
“Kemarin yang turun ribuan orang,” tuturnya.
Baca Juga: 12 Nama Pejabat Pemkot Serang Hasil Open Bidding Ditetapkan, Ini Kandidat Tiga Besar
Ia menjelaskan, masyarakat Padarincang menolak dengan tegas pembangunan geothermal karena berpotensi akan merusak alam di wilayah Kecamatan Padarincang.
“Sikap warga tidak berubah dan tetap menolak,” katanya. ***


















