BANTENRAYA.COM — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Danau Retensi 3 KP3B, Kota Serang, terlihat berbeda.
Anak-anak hingga orang dewasa berkumpul di tepi danau, sebagian menunggu giliran naik kano yang berjejer di pinggir air. Riuh tawa dan percakapan ringan mengiringi aktivitas yang menjadi pilihan baru ngabuburit warga.
Di balik keseruan mendayung kano tersebut, ada pesan penting yang ingin disampaikan para relawan: mengenalkan keselamatan dasar di perairan kepada masyarakat.
Kegiatan ini sudah berlangsung sejak Minggu (1/3/2026) dan digagas oleh Forum Potensi SAR Banten.
Para relawan tidak hanya menyediakan perahu, tetapi juga memastikan setiap peserta memahami prosedur keselamatan sebelum turun ke air.
Ketua Forum Potensi SAR Banten Taufiq Hidayat mengatakan, kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang belajar yang santai bagi masyarakat.
“Setiap peserta wajib menggunakan pelampung dan helm. Relawan yang mendampingi berpengalaman dan bersertifikasi,” ujar Taufiq, Jumat (6/3/2026).
BACA JUGA : Surga Tersembunyi di Jambi, Danau Kaco Dikenal Air Sebening Kaca
Sebanyak 11 perahu kano disiapkan untuk warga, terdiri dari kano tunggal dan ganda. Meski jumlahnya terbatas, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sejak sore hari, antrean sudah terlihat di tepi danau.
Menariknya, kegiatan ini tidak dipungut biaya. Relawan membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mencoba sensasi mendayung kano sambil menikmati suasana sore Ramadan.
“Kami tidak memungut tarif. Kegiatan ini gratis. Kalau ada yang ingin memberi, sifatnya seikhlasnya,” kata Taufiq.
Bagi anak-anak, pengalaman ini terasa sangat istimewa. Azzam (8), salah satu peserta, mengaku baru pertama kali mencoba naik kano di danau.
“Tadi dipinjemin pelampung sama helm,” ujarnya sambil tersenyum.
Biasanya, Azzam menghabiskan waktu menunggu berbuka dengan bermain di rumah. Namun kali ini ia memilih datang ke danau bersama keluarganya untuk mencoba pengalaman baru.
BACA JUGA : Fakta Menarik Gunung Kelimutu NTT, Satu-Satunya Danau yang Miliki 3 Warna
Kegiatan sederhana ini menunjukkan bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar tempat berkumpul. Di Danau Retensi KP3B, ngabuburit berubah menjadi momen belajar, di mana keselamatan, kebersamaan, dan keceriaan bertemu dalam satu ruang yang sama. (***)














