BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Helldy Agustian kembali mengingatkan anggaran Rp100 juta per RW bisa sampai kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang berkualitas dan sesuai spesifikasi.
Hal itu, karena anggaran tersebut bertujuan untuk mempercepat pemerataan pembangunan lingkungan atau RW yang ada di Kota Cilegon.
Walikota Cilegon Helldy Agustian dalam setiap kesempatan menyampaikan jika anggaran Rp100 juta per RW yang sudah diberikan, direalisasikan secara transparan dan penuh tanggung jawab.
Jangan sampai anggaran tersebut malah disalahgunakan dan akhirnya kualitas pembangunan buruk untuk masyarakat.
Bahkan, nantinya penyelenggara dalam hal ini Kelompok Masyarakat mendapatkan masalah hukum karena penyalahgunaan.
Helldy mengatakan, anggaran Rp100 juta per RW tersebut harus sampai dalam bentuk pembangunan yang sesuai standar dan perencanaan. Jangan sampai malah disalahgunakan dan merugikan masyarakat.
Baca Juga: Kisi-kisi Soal Wawancara PPK Pemilu 2024 yang Sering Ditanyakan Pewawancara
“Selalu saya ingatkan, jika anggaran ini dari pemerintah untuk percepatan dan pemerataan pembangunan. Jadi jangan sampai malah nantinya menjadi masalah,” katanya saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kelurahan Bulakan, Jumat 9 Desember 2022.
Helldy menyampaikan, dengan pembangunan tersebut saat ini masyarakat langsung menerima manfaatnya, terutama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga tidak mampu.
“Sekarang rumah yang tadinya bocor dan tidak layak ditinggali sudah lebih bagus dan baik. Bahkan, anggaran yang hanya tadinya tidak sesuai sekarang dinaikkan menjadi Rp20 juta per unit,” ucapnya.
Baca Juga: Media Portugal Sebut Ronaldo Ogah Bela Timnya Lagi di Piala Dunia Qatar 2022, Ini kata FPF
Helldy menyampaikan, dalam pembangunan Rp100 juta per RW tersebut bukan saja diawasi pemerintah kelurahan dan kecamatan. Namun, semua masyarakat harus ikut bersama mengawasi, sehingga berbagai pekerjaan yang dilakukan sesuai ketentuan.
“Ingat ini bukan saja diawasi kelurahan dan kecamatan. Tapi masyarakat secara langsung mengawasi, jadi sekali lagi jangan macam-macam dengan anggaran yang sudah diberikan untuk dikelola,” ujarnya.
Helldy menambahkan, saat ini pihaknya berharap, kedepan dengan anggaran Rp100 juta per RW dalam bentuk Pembangunan Sarana dan Prasarana Lingkungan Warga (Salira) mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Baca Juga: Bikin Was-was, Tebing di Kawasan Kadupandak Pandeglang Longsor
Misalnya sebelumnya jalan lingkungan tidak bisa diakses dengan baik, sekarang sudah bagus.
Lalu, pelayanan kesehatan yang tadinya tidak memiliki Posyandu, sekarang bisa lebih meningkat karena bangunan sudah ada, termasuk juga pembangunan lainnya.
“Artinya semuanya harus lebih meningkat pelayanannya, sekarang sudah ada Posyandu, maka perhatian kepada anak balita dan ibu hamil serta menyusui akan lebih baik, termasuk pembangunan jalan lingkungan yang lebih mulus,” pungkasnya. ***



















