BANTENRAYA.COM – Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) berencana kembali menjalankan kerja sama dengan skema kelompok usaha bank (KUB).
Hal tersebut dilakukan BJB untuk mengembangkan bisnis setelah sebelumnya sukses menjalankan metode serupa terhadap Bank Bengkulu.
Group Head Human Divisi Corporate Secretary Bank BJB Sonny Permana mengatakan, meski dihantam pandemi Covid-19 BJB tetap bisa tumbuh.
Saat ini BJB memiliki sekitar 8.000 karyawan yang tersebar di 63 kantor cabang di 14 provinsi se-Indonesia.
“ATM dan agen Laku Pandai ada 7.500, kami banyak mengaryakan tidak dari sisi (karyawan) organic saja tapi juga berkolaborasi dengan semua,” ujarnya pada media gathering Bank BJB 2022 di Teater Koffie, Kota Serang, Selasa 6 Desember 2022.
Ia menuturkan, selain pengembangan layanan konvensional dan digital melalui mobile banking BJB Digi, pihaknya juga kini menjalan skema KUB.
Baca Juga: Mau Jadi Volunteer di Piala Dunia 2023 U20 Indonesia? Berikut Link Pendaftaran dan Persyaratannya
Salah satu yang telah sukses dijalankan adalah bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu.
“Ada 9 BPD yang dinyatakan sehat. Bank Bengkulu yang di-KUB-kan karena masih memiliki modal di bawah Rp1 triliun,” katanya.
Lebih lanjut dipaparkan Sonny, BJB meng-KUB-kan Bank Bengkulu lantaran dalam aturan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan bank memiliki modal paling sedikit Rp3 triliun pada 2024.
Baca Juga: Link Resmi! Pengumuman Kelulusan Hasil Tahap 1 Registrasi Online Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2
Jika tidak maka status bank tersebut akan diturunkan menjadi bank perkreditan rakyat (BPR).
“Kolaborasi KUB merangkul BPD yang memiliki modal di bawah Rp1 triliun,” katanya.
“Dengan setoran dari BJB Rp250 miliar maka tidak perlu modal sampai Rp3 triliun meski mereka (Bank Bengkulu-red) akan terus menambah modal intinya,” tuturnya.
Ada beberapa keuntungan, lanjut Sonny, yang bisa diperoleh dari skema KUB, diantaranya BJB bisa melakukan perluasan jaringan kantor.
Sementara dari Bank Bengkulu mereka bisa menyadur standar operasional prosedur (SOP), menggunakan infrastruktur hingga SDM BJB.
“Dengan hal tersebut ada rencana beberapa BPD lagi yang bakal di-KUB-kan untuk perluasan jaringan kantor,” ungkapnya.
Pimpinan Redaksi Radar Banten Delfion Saputra mengapresiasi Bank BJB yang bisa melakukan pengembangan bisnis yang sangat signifikan, terutama di Banten.
Menurutnya, mereka bisa melalukan hal tersebut karena bisa terus meningkatkan dan memertahankan profesionalisme.
“Apakah saat RKUD (rekening kas umum daerah) dipindahkan (ke Bank Banten) apakah akan berdampak, tapi ternyata tidak. Profesionalisme, yang dilakukan,” ujarnya. ***
ADVERTISEMENT



















