BANTENRAYA.COM – Lurah Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon Rahmadi Ramidin mengajak warganya untuk mengaji setelah waktu ashar.
Kegiatan mengaji tersebut bisa dilakukan di masjid, musala ataupun di rumah masing-masing warga.
Ajakan Lurah Gerem tersebut juga tertuang dalam Surat Imbauan berkop Kelurahan Gerem dengan nomor 400/149/PPM tertanggal 24 Oktober 2022.
Baca Juga: Cek Keabsahan Data, KPU Cilegon Temui 2.186 Anggota Partai Politik
Dalam surat tersebut, ada 8 poin yang disampaikan pihak Kelurahan Gerem ditujukkan kepada masyarakat Gerem.
Pertama ialah menerapkan Gerakan Bada Ashar masyarakat mengaji di setiap masjid, mushola ataupun rumah masing-masing.
Kedua, menerapkan Gerakan Jam Belajar masyarakat setiap pukul 18.00 sampai 21.00 WIB.
Baca Juga: 15 Quotes atau Kata Bijak Menyambut Hari Sumpah Pemuda, dari Presiden Sukarno hingga Joko Widodo
Ketiga, menerapkan Gerakan Masyarakat Gerem peduli Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial atau PMKS setiap Jumat.
Keempat, menanam tanaman produktif di lahan-lahan kosong dan atau pekarangan rumah, baik secara kelompok maupun personal dalam rangka penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Kelima, stop buang air besar sembarangan melalui upaya pembangunan jamban sehat sederhana di setiap rumah tangga atau melalui sharing menumpang ke tetangga lain.
Baca Juga: Update Terbaru, Ini Daftar 176 Obat Sirup dan Sediaan Cair yang Dinyatakan Aman oleh BPOM
Keenam, tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan upaya pengelolaan sampah rumah tangga dengan konsep 3R atau resuse, rduce dan recycle serta mendorong pembentukan bank sampah di setiap lingkungan.
Ketujuh, melaksanakan kegiatan gotong-royong atau kerja bhakti membersihkan lingkungan secara periodic dan kontinyu.
Kedelapan, melaksanakan kegiatan siskamling atau ronda di lingkungan-lingkungan masing-masing.
Lurah Gerem Rahmadi Ramidin mengatakan, surat imbauan yang dikeluarkanya bersifat umum untuk kepada masyarakat Kelurahan Gerem.
Ia mengimbau masyarakat sebagai wujud mencapai tujuan Kota Cilegon yang baru, modern dan bermartabat sesuai dengan visi misi Walikot Cilegon.
“Imbauan ini untuk semua warga Gerem, namun dalam pelaksanaanya memang tidak ada paksaan, namun kami berupaya agar warga Gerem ini bisa menjaga kearifan lokal yang ada untuk diaplikasikan,” harapannya.
Dengan adanya Gerakan Mengaji Bada Ashar, ia berharap nilai relijius warga Gerem yang selama ini sudah baik bisa tetap dipertahankan.
Selain itu, jam belajar masyarakat dengan harapan warga Gerem menjadi warga yang cerdas.
“Dengan banyak membaca atau belajar tentu bisa membuat masyarakat yang cerdas. Serta larangan buang air besar sembarangan tentu untuk Kesehatan lingkungan,” harapnya.
Rahmadi mengaku surat imbauan tersebut telah disebarkan ke berbagai elemen masyarakat di Kelurahan Gerem.
“Kita juga akan memantau ke masyarakat terkait aplikasi dari imbauan yang kami berikan. Saya sudah sampaikan ke RT dan RW,” tuturnya.
Bendahara Umum Karang Taruna Tunas Mekar Kelurahan Gerem Sarwani mengapresiasi kebijakan yang dilakukan Lurah Gerem.
Menurutnya, dalam kondisi saat ini memang penting dalam memertahankan kearifan lokal.
“Bagus programnya dari Pak Lurah. Kami sangat mendukung, semoga terealisasi,” harapnya.*

















