BANTENRAYA.COM – Dokter Tifauzia Tyaasuma atau akrab disapa dr Tifa, kembali angkat bicara terkait penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal Etilen Glikol sebagai bahan cemaran yang terkandung dalam obat sirup.
dr Tifa mempertanyakan mengapa kasus gagal ginjal akut pada anak yang dianggap sangat mematikan baru terjadi saat ini.
Padahal menurut dr Tifa, sejak puluhan tahun lalu Etilen Glikol dimungkinkan sudah terkandung dalam beberapa jenis obat sirup.
“Penjelasan BPOM soal Etilen Glikol sbg bahan cemaran dlm sirup obat, maka tentunya ini sdh terjadi sejak puluhan tahun lalu,” kata dr Tifa dalam cuitan akun Twitter miliknya di @DokterTifa
“Pertanyaan: Mengapa kasus Gagal Ginjal Akut pada anak dan sangat mematikan baru terjadi sekarang?” ungkapnya.
Cuitan yang di-posting pada 20 Oktober 2022 pukul 07.26 WIB menanggapi berita dari salah satu media online.
Baca Juga: Bikin Baper! Boy William dan Ayu Ting Ting Bersahabat Kembali, Netizen Gemez ingin Keduanya Berjodoh
Selain itu, dr Tifa juga menambahkan balasan cuitannya yang menampilkan jurnal penelitian dengan komentar terkait kebijakan vaksin Covid-19 diduga ada pengaruh penyebab gagal ginjal akut.
“Kasus gagal ginjal akut pada anak yabg baru-baru ini terjadi akibat sirup obat, menjadi peringatan kepada semua pihak untuk kebijakan vaksin C0V1D,” katanya.
“Artinya bukan bahan utama yg menjadi sebab kematian, ttp bisa jadi bahan aditif di dalamnya. Berhati-hatilah!” tuturnya.
Baca Juga: Bikin Baper! Boy William dan Ayu Ting Ting Bersahabat Kembali, Netizen Gemez ingin Keduanya Berjodoh
Postingan tersebut cukup menjadi sorotan dan mengundang komentar para netizen. Mengingat dr Tifa pernah viral karena membuat cuitan soal keaslian ijazah Presiden Indonesia Joko Widodo.
“Ini baru pas/sesuai dokter Tifa bukan bahas politik. Menurut saya Dokter Tifa melakukan riset sebagai solusinya,” kata akun @mtk_marsono.
“Kayaknya faktor daya tahan tubuh anak thd obat sebelum dan sesudah pandemi, berbeda.
Seblm pandemi, mereka biasa aja, kuat2 aja. Setelah pandemi, jadi menurun,” ucap akun @RBaragajul.
“Anak saya dulu asma, Dok. Diterapi dgn mineral dan habbatusaudah 3 thn, Alhamdulillah sembuh, ketika masuk kuliah wajib vaksin, asmanya jadi agak kambuhan lagi. Sekarang saya terapi bekam basah tiap bulan dan minum madu. Alhamdulillah stabil. Jadi benar vaksin covid adalah racun,” ujar akun @AslanPutra9.
“Semakin terang benderang mengapa saat ini banyak terjadi kasus gagal ginjal akut…,” ujar akun @DestianaRianti1.
“Bukannya balita belum di vaksin ?,” ujar akun @sabiralisaid.
“Di jurnal tsb case nya pada org dewasa usia 40-70an,” tutur akun @ArdyanPradana10. ***

















