BANTENRAYA.COM – Pemkot Cilegon berencana mengembangkan agrowisata di atas laha Kawasan Pertanian Terpadu atau KPT.
Di mana, saat ini Pemkot Cilegon telah memunyai lahan KPT di Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.
Lahan KPT telah dibangun tembok penahan tanah oleh Pemkot Cilegon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Baca Juga: Pesan Menohok Aris Nugraha Jelang Preman Pensiun 6 Episode Terakhir: Buat yang Benci dan Jengkel!
Kepala DKPP Kota Cilegon Eva Syarifah mengatakan, KPT nanti menjadi keterpaduan antara sektor pertanian, perikanan, peternakan dan ketahanan pangan.
“Selain itu juga ada agrowisata,” kata Eva dalam podcast bersama Radio Mandiri FM milik Pemkot Cilegon pada Selasa, 11 Oktober 2022 malam.
Menurut Eva, tahapan yang sudah dilakukannya sejak 2017 mulai dari pembuatan masterplan pada 2017, pembuatan Detail Engineering Desain pada 2018, pembebasan lahan pada 2019.
Baca Juga: Persija Miliki Bus Baru dengan Chasis Mercedes Benz 1626, Ternyata Buatan Karoseri di Kota Ini
“Pada waktu itu itu 2020 mau dibuat TPT, tetapi karena refocusing akhirnya baru terlaksana pada 2021 lalu pembuatan TPT,” katanya.
Eva menjelaskan, dibuatkannya TPT secara berundak karena nantinya ada sektor-sektor tersendiri dalam lahan KPT tersebut.
“Agar terlihat indah, kita sudah membuat kontur. TPT dibuat trap agar indah dan nantinya jadi agrowisata,” ujarnya.
Baca Juga: Cabut Laporan KDRT oleh Rizky Billar, Lesti Kejora Dianggap Lebih Prank dari Baim Wong
Di lahan KPT yang akan dibangun agrowisata, kata Eva, pihaknya juga telah mendesain agar adanya pusat kuliner di sekitar lokasi tersebut, serta ada lahan parkirnya yang luas.
“Saat ini selama sarana penunjang belum dibangun, masyarakat juga bisa sewa lahan ke UPT (Unit Pelayanan Teknis) untuk bercocok tanam, tentu menjadi pendapatan daerah,” katanya.
DKPP, kata Eva, juga akan mengembangkan beberapa pertanian di lahan KPT seluas 9,7 hektar yaitu seperti buah nag, jambu deli, nanas madu, maupun kelengkeng yang bisa dipetik pengunjung.
Baca Juga: Gelontorkan Beasiswa, Pemkab Serang Raih Penghargaan dari Untirta
“Konsep awal kita seperti Taman Buah Mekarsari. Vienya naik turun indah sekali,” ungkapnya.
Sekretaris DKPP AH Junaedi yang mendampingi Eva menambahkan, pembangunan KPT sebenarnya bisa selesai dalam satu tahun, namun dengan anggaran yang cukup besar.
Namun, pihaknya mengaku siap menyelesaikannya dalam dua tahun ke depan.
“Kalau uangnya ada satu tahun selesai, tapi ini kan uang pemerintah tidak mungkin semuanya ke sini. Ya dalam dua tahun anggaran bisa selesai,” kata Junaedi.
Aparatur Sipil Negara atau ASN senior di Pemkot Cilegon menarget 2024 pembangunan selesai dan 2025 bisa dinikmati masyarakat.
“Nanti selain Cilegon jadi kita baja, juga ada agrobisnis, jadi desa wisata. Tidak perlu jauh-jauh lagi ke Lembang, Bandung,” tambahnya.***



















