BANTENRAYA.COM – Partai NasDem mengumumkan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden atau Capres 2024, Senin 3 Oktober 2022.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat kerja nasional (rakernas) Partai Nasdem yang menghasilkan tiga nama calon diantaranya, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Akan tetapi Partai NasDem tidak bisa mengajukan Anies Baswedan untuk maju kegelanggang Pilpres 2024 sendiri.
Baca Juga: Operasi Zebra 2022 Dimulai! Ini Hal yang Tidak Boleh Kamu Langgar atau Siap-siap Kena Denda Segini….
Berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, bagi parpol yang ingin mengusungkan nama pilihanya dalam pesta demokrasi harus memenuhi syarat presidential treshold (ambang batas pencalonan presiden).
Parpol yang akan menjagokan calonnya paling sedikit harus memiliki jumlah kursi di DPR sebesar 20 persen.
Sedangkan NasDem pada Pemilu 2019 memiliki persentase jumlah kursi di DPR sebesar 9,05 persen.
Baca Juga: Link Nonton Preman Pensiun 6 Episode 32 Malam Ini Resmi Full HD Gratis: Edisi Full Salam Olahraga!!!
Oleh karena itu, untuk memenuhi syarat tersebut partai pimpinan Surya Paloh harus berkoalisi dengan partai lain.
Surya Paloh sendiri memutuskan untuk memilih Anies berdasarkan keyakinan pemikiran yang sejalan dalam memimpin bangsa.
“Kami yakin pikiran-pikiran dalam perspektif baik makro mikro sejalan dengan apa yang kami yakini,” ujarnya.
“Kami titipkan perjalanan bangsa ke depan insyaallah jika Anies terpilih nantinya pimpin bangsa jadi bangsa lebih bermartabat,” tegas Surya Paloh.
Lantas apakah Anies akan bergabung masuk menjadi anggota Nasdem? Surya Paloh memberikan jawabannya.
“Kemudian Bung Anies apakah masuk Nasdem apa tidak, ada yang tanya nih,” ucapnya saat deklarasi Anies Capres 2024, Senin 3 Oktober 2022.
“Terserah Bung Anies saja,” Tegasnya.
Nasdem sendiri bersikap terbuka kepada Anies Baswedan untuk bergabung ke dalam partai, tidak memaksa dan tidak melarang. ***



















