BANTENRAYA.COM – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menginstruksikan kepada kadernya untuk senantiasa aktif di media sosial.
Arahan agar kadrr Golkar mengoptimalkan media sosial diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk mengenalkan Airlangga sebagai Capres 2024.
Langkah Golkar menguatkan sosialisasi lewat media sosial dinilai oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin sebagai hal yang tepat.
Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo Belum Serahkan Memori Banding, Ini Batas Waktu yang Diberikan
“Saya melihatnya sebagai langkah yang pas yang dilakukan oleh Airlangga,” terangnya.
Menurut Ujang, hal itu juga akan menguntungkan Airlangga, baik sebagai Ketua Umum Partai Golkar maupun sebagai Menko Perekonomian.
Dengan dua jabatan tersebut, Airlangga di salah satu sisi harus mengurus Golkar, di sisi lain harus mengurus negara terkait isu kenaikan BBM.
Baca Juga: Profil Fajar Hidayatullah, Pemeran Ujang Rambo di Preman pensiun 6 Lengkap dengan Akun Instagram
“Oleh karena itu media sosial menjadi sesuatu yang wajib, sesuatu yang harus dimainkan secara baik oleh para kader Golkar,” ujarnya.
“Tujuannya untuk menaikkan elektabilitas Pak Airlangga dan juga untuk menaikkan elektabilitas Golkar,” katanya.
“Begitu juga untuk bisa saja meredam serangan-serangan dari lawan politik yang ingin nanti kritik terkait dengan kenaikan harga BBM,” tandasnya.
Meski demikian, Ujang memberi catatan terkait pemanfaatan media sosial.
Menurutnya, keaktifan di media sosial akan membuahkan hasil ketika dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
“Artinya kan penggunaan media sosial juga tidak sporadis. Jadi kan harus dilihat juga apa pesannya, siapa pengisi kontennya, lalu siapa saja segmentasinya,” ungkapnya.
“Walaupun masing-masing pribadi, tetapi kan isunya harus sama, tidak boleh beda,” katanya.
Baca Juga: Yuk Daftar Kartu Prakerja Gelombang 43 Sudah Dibuka, Lalu Kapan di Tutupnya?
“Oleh karena itu harus di-setting betul, didesain betul media sosial itu dengan cara-cara yang baik, dengan konten-konten yang positif,” imbuhnya.
Ujang menambahkan saat ini media sosial tidak bisa dihindari. Oleh karenanya, harus dimanfaatkan untuk berbagai hal positif.
“Jadi media sosial digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan hal-hal yang negatif. Bukan untuk menebar hoax, memecah belah masyarakat, tetapi untuk bersosialisasi, berkampanye,” pungkasnya.
Baca Juga: SELAMAT! BTS Menjadi Grup Musik Terbaik Menurut VIDEO MUSIC AWARDS
Paparkan kinerja
Pengamat Media Sosial dari Komunikonten Hariqo Satria menyatakan bahwa saluran media sosial harus digunakan para politisi untuk mengkomunikasikan program mereka dan menepati janji kampanye.
Konten yang dihasilkan tentunya harus informatif dan seturut selera penggunanya.
Baca Juga: Sepekan Trending di Twitter, Isu BBM Naik Presiden Jokowi Sempat Ragu Soal Subsidi
“Kaitan dengan pejabat publik lewat sosial media dia memberikan informasi dan menjawab semua janji-janji,” ucapnya.
“Namun yang itu agak kurang, ya keberanian dari pejabat menunjukan janji saya ini dan ini lho sudah dipenuhi. Dari situ bisa muncul keterbukaan, termasuk memberi informasi juga jika ada kendala-kendala,” katanya, Senin 29 Agustus 2022.
Konten yang ditampilkan para elit politik, harus informatif dan kekinian.
Baca Juga: Ternyata Ini Arti Medusa Yang Viral di TikTok, Ketahui Kisah Tokoh Mitologi Yunani Sebenarnya
“Dalam lima tahun terakhir, trend itu vide. Belakangan masyarakat suka dengan konten yang mendalam, orang mencari podcast yang berkualitas,” sebut Hariqo.
Konten video yang diminati juga, singkat padat, satu video satu pesan, dan dilengkapi tautan ke laporan kinerja maupun aktivitas politisi tersebut.
Keberadaan sosial media, harus menjadi jembatan bagi politisi dan konstituennya. Bukan sekedar pamer citra diri untuk menggalang suara.
Baca Juga: Ini Alasan Kemenhub Tunda Kenaikan Tarif Ojek Online
Calon pemimpin dengan visi misi, dengan kekurangan dan kelebihannya. Diibaratkan film action, Superhero saja bisa kalah, namun akhirnya menang juga karena benar. ***

















