BANTENRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD sebut Ferdy Sambo menangis di depan Kompolnas dan Komnas HAM.
Hal itu diungkapkan oleh Mahfud MD saat menghadiri acara Podcast YouTube Deddy Corbuzier pada 12 Agustus 2022.
Seperti yang sudah diketahui Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J pada 9 Agustus lalu.
Menurut Mahfud MD apa yang dilakukan pihak kepolisian saat ini telah benar dengan menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka.
“Kalau teknis hukumnya sih berikutnya sudah tidak terlalu masalah, karena sudah diumumkan sendiri sebagai tersangka”, katanya di YouTube Deddy Corbuzier.
Ketua Kompolnas itu juga mengatakan jika bukti yang ada sangat kuat, dan mengarah ke Ferdy Sambo.
Baca Juga: Daftar Zonasi Serta Besaran Kenaikan Tarif Ojek Online Atau Ojol Per 14 Agustus 2022 Ini
“Dan ketika seorang jenderal sudah tersangka, tidak main-main buktinya sudah kuat. Saya konfirmasikan ke Polri sudah tinggal hukum berikutnya”, pungkasnya.
Sebelum Kapolri mengungkapkan bahwa ada skenario tembak-menembak, Mahfud MD mengungkapkan adanya jebakan psikologis.
“Tapi kemarin yang bikin kita berdebar-debar itu kan skenario tentang adanya tembak-menembak itu bukan main prakondisinya sebelum skenario itu dimunculkan”, ujar Mahfud MD.
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77, Desain Bersahaja, Sederhana dan Penuh Cita
“Tidak banyak yang tahu misalnya bahwa ada jebakan Psikologis kepada orang tertentu untuk mendukung bahwa itu tembak menembak”, lanjutnya.
Ia juga mengatakan ada beberapa pihak yang mendapati jebakan psikologis yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
Di mana Ferdy Sambo menangis di depan Kompolnas dan Komnas HAM untuk mendukung skenario tembak-menembak.
Baca Juga: Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022 jadi Kado HUT Kemerdekaan RI ke-77
“Siapa itu, satu Kompolnas. Kompolnas itu hari Senin dipanggil oleh pak Sambo diundang ke kantornya hanya untuk menangis di depannya”, ujarnya.
Ferdy Sambo menangis sambil berkata ‘saya teraniaya, kalau saya sendiri ada disitu saya tembak habis dia’.
“Apa yang terjadi pak? Waduh saya terhina, saya dizalimi’ udah nangis dan cuma jawab gitu aja”, kata Mahfud MD.
Baca Juga: Anak Suku Baduy Kuliah di UI, Ini yang Dilakukan DPP Puwnten
“Lalu sesudah itu Komnas HAM dipanggil juga kesitu menangis dengan cara yang sama dan ceritanya sama”, jelasnya.
Benar saja upaya yang dilakukan Ferdy Sambo membuat Kompolnas dan Komnas HAM awalnya menganggap bahwa adanya skenario tembak-menembak.
“Berarti ini adanya upaya pengkondisian psikologis agar ada orang yang membela dan menyatakan bahwa itu terdzalimi”, pungkas ketua Kompolnas.
“Dan itu betul kan baik Kompolnas maupun Komnas HAM langsung bilang itu kan, semula awalnya”, tutupnya.***



















