BANTENRAYA.COM – Sudah semakin dekat, umat Islam akan merayakan hari kemenangan atau Lebaran Idul Fitri.
Sejatinya, dalam Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam di dunia akan merayakan dua kemenangan.
Dua kemenangan hingga dirayakan dengan Idul Fitri ialah kemenangan pertama, satu bulan penuh umat Islam menahan hawa nafsu hingga kembali fitri atau suci seperti bayi yang baru terlahir ke dunia.
Baca Juga: Kemacetan Menuju Pelabuhan Merak 15 Kilometer, ASDP Kerahkan 42 Kapal
Kemenangan selanjutnya yakni umat Islam mendapatkan kemenangan besar dalam perang badar.
Dimana kemenangan umat Islam yang dipimpin langsung Rasullah mendapatk kemenangan besar, karena 300 pasukan muslim melawan 1.000 pasukak kafir Quraisy.
Keduanya didapatkan umat Islam pada tahun 2 Hijriah. Sebab, pada tahun itu Allah memeerintahkan puasa Ramadhan wajib dijalankan umat Islam.
Serta pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah pasukan Islam yang kecil berhasil menang melawan pasukan musuh yang besar dengan senjata lengkap.
Dikutip Bantenraya.com dari ltnnujabar.or.id, menurut sejarah yang dipaparkan Husein Haikal dalam Hayatu Muhammad‘ mengatakan, penyebab perang Badar diawali aksi monopoli pasar.
Selanjutnya blokade aktivitas dagang oleh kaum Quraisy Mekah terhadap muslim Madinah. Hal itu akhirnya memicu konfrontasi besar yang tumbuh berkembang.
Baca Juga: Teks Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa, Tema: Istiqomah Ibadah Sanadyan Ramadhan Wis Pisah
Dijelaskan juga dalam buku karya DlMartin Lings berjudul Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources, jika di Badar pada 17 Ramadlan kedua pasukan saling berhadapan.
Dimana Nabi Muhammad tampil di depan mengatur barisan, didampingi Hamzah, Umar, Ali, dan ‘Ubaidah. 300 lawan 1000, bukan menjadi perang yang tidak mudah.
Bahkan dikisahkan Abu Bakar bisa menangkap ekspresi kecemasan itu dari raut wajah dan degup jantung para sahabat yang ikut bertempur.
Baca Juga: Tinggal Klik! 13 Link Twibbon Idul Fitri 1443 H atau Lebaran 2022 dengan Desain Simpel dan Religius
Menjawab kecemasan tersebut Allah menenangkan lewat wahyu Alquran tentang kekuatan moril yang rumbuh dari keteguhan Iman, sebagaimana dalam Surat Al Anfal ayat 12, 17, 65 dan 66.
Selanjutnya sejarawan Karen Amstrong dalam karya antropologisnya Muhammad: Biography of the Prophet.
Menilai kemenangan yang di Rasulullah adalah menakjubkan. Dimana jumlah pasukan timpang sangat besar sampai 3 kali lipat namun bisa menang.
Atas kemenangan itu umat islam mulai dipandang dan dihormati berbagai kalangan.
Perayaan Idul Fitri sebagaimana disampaikan bukan hanya soal sejarah kemenangan perang badar saja.
Dalam ‘Ensiklopedi Islam‘ disebutkan, bahwa jauh sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Arab sudah memiliki dua hari raya, yakni Nairuz dan Mahrajan, keduanya berasal dari zaman Persia Kuno.
Baca Juga: Inilah Kode Redeem FF Free Fire 30 April 2022, Klaim Diamond dan Hadiah Menarik Secara Gratis
Biasanya, mereka merayakan kedua hari raya itu dengan menggelar pesta pora.
Bahkan kedua hari raya itu sampai dikisahkan dalam hadis Rasullah
“Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.”
Hari Raya Idul Fitri pertama pada tahun ke 2 Hijriah tersebut muslimin merayakan dua kemenangan perdana, yaitu pencapaian ritual puasa Ramadhan dan keberhasilan di Perang Badar.
Semoga seluruh umat Islam di dunia bisa juga selain merayakam mendapatkan kemanangan ibadah puasa selama satu bulan dan menjadi orang yang suci.
Serta mendapatkan semangatbkemenangan dalam perang badar. ***



















