BANTENRAYA.COM – Gelandang dan pengemis (gepeng) di Kota Cilegon merebak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah atau Lebaran 2022.
Para gepeng banyak ditemukan di jalan protokol Kota Cilegon.
Pantauan Bantenraya.com, Selasa 19 April 2022, Petugas Dinas Satpol PP Kota Cilegon bekerjasama dengan lintas dinas di Kota Serang melakukan penertiban gepeng di jalan protokol Kota Cilegon.
Baca Juga: Perampokan Alfamart di Tangerang, Polisi dan Pelaku Saling Tembak
Beberapa gepeng yang ditertibkan terlihat membawa anaknya yang masih di bawah umur.
Kepala Seksi Pengedalian Operasi (Dalops) pada Dinas Satpol PP Kota Cilegon Suroto mengatakan, penertiban gepeng dilakukan di jalan protocol Kota Cilegon.
Di mana, jalur protocol dijadikan tempat meminta-minta.
Baca Juga: Ide Angpau Lebaran Bentuk Permen dengan Gulungan Uang Menarik, Cocok untuk Anak, Keponakan dan Cucu
“Kita menertibkan Perda Nomor 5 tahun 2003 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan atau K3, karena banyaknya anak jalanan yang meminta-minta itu mengurangi keindahan kota,” katanya.
Dari hasil kegiatan, kata Suroto, pihaknya mengamankan sebanyak enam pengemis. Kemudian, hasil kegiatan tersebut diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon.
“Kita menertibkan lalu kita serahkan ke Dinsos Cilegon untuk pembinaanya. Tadi kita bawa ke Rumah Singgah milik Dinsos Cilegon yang ada di Cikerai,” kata Suroto.
Baca Juga: THR Bagi Pekerja Wajib Diberikan Maksimal H-7 Lebaran, Disnakertrans Pandeglang Buka Posko Pengaduan
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan kegiatan serupa hingga menjelang Lebaran 2022. Menjelang Lebaran 2022, pengemis semakin banyak berdatangan.
“Ini menjadi perhatian kami, kita akan terus melakukan monitoring, agar tidak semakin banyak pengemis yang turun ke jalan dan menggangu keindahan kota,” imbuhnya.
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kota Cilegon Hidayatulloh mengatakan, pasca razia tersebut para pengamen yang terjaring diberikan pembinaan di Rumah Singgah Cikerai.
“Itu mayoritas dari luar Cilegon, memang ada beberapa yang dari Cilegon,” katanya.
Pria yang biasa disapa Dayat mengatakan, penghasilan pengamen sehari kisaran Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu. Sementara, untuk badut itu ada yang sampai Rp 1 juta sehari.
“Badut penghasilannya ada yang sampai Rp 1 juta sehari, tetapi mereka di shift tiga kali, pagi agak sepi Rp 200 ribuan,” ungkapnya.
“Siang agak ramai Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribuan, begitu juga sore sampai malam, nah kalau pas sendiri seharian bisa sampai Rp 1 juta, pengakuan dia,” ucapnya. ***


















