BANTENRAYA.COM – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kini tengah jadi perbincangan publik.
Hal ini menyusul pernyataan Fadli Zon yang mengkritik Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
Dibalik sosoknya, belum banyak yang tahu bila mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 Fadli Zon ini adalah seorang penyair dan mantan wartawan.
Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa karya tulis sastra Fadli Zon yang dibukukan antara lain:
Empat buku antologi puisi diantaranya, mimpi yang kupelihara, air mata buaya, memeluk waktu dan ada genderewo di istana.
Baca Juga: Ada 20 Gempa Bumi di Banten Selama Sepekan Terakhir, Hanya 1 yang Dirasakan
Selain karya sastra, Fadli Zon pun menelurkan karya non fiksi antara lain:
– Buku judul Gerakan Etnonasionalis: Runtuhnya Imperium Uni Soviet, penerbit Pustaka Sinar Harapan pada 2002.
– Buku judul The IMF Game: The Role of the IMF in Bringing Down the Soeharto Regime, penerbit Institute for Policy Studies pada 2004.
– Buku judul Politik Huru Hara Mei 1998, penerbit Institute for Polidy Studies pada 2004.
– Buku judul The Politics of the May 1998 Riots, penerbit Solstice Publishing, Jakarta pada 2004.
– Buku judul Kesaksian Korban Kekejaman PKI 1948, penerbit KWK, Jakarta pada 2005.
Baca Juga: Putin Beri Peringatan Kepada Negara Tetangga Rusia
Malang melintang di dunia penulisan dan jurnalis, Fadli Zon juga punya sejumlah prestasi dalam bidang jurnalis dan penulisan.
Salah satu prestasinya adalah juara I lomba mengarang se-DKI Jakarta, Depdikbud RI pada 1988. (***)















