BANTENRAYA.COM – Pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari secara riwayat ternyata punya pergaulan luas dengan para ulama hingga pimpinan dan pejabat dari luar negeri, baik itu timur Asia sampai Eropa.
Dalam riwayat singkat yang disampaikan KH Ahmad Bahauddin atau Gus Baha, saking luasnya pergaulan tersebut, Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang Jawa Timur tempat Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari tinggal tidak pernah sepi dari lawatan tamu luar negeri.
Dikutip BantenRaya.Com pada Rabu 26 Januari 2022 dari kanal Youtube KaaKaa Yt Official, dijelaskan dalam kitab An Nahrul Jari karya Sayyid Asad Shahab yang disampaikan Gus Baha, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari merupakan orang dengan karakter pergaulan luas dari Asia sampai Eropa.
Baca Juga: NU Banten Nyatakan Dukung KH Said Aqil Siradj di Muktamar NU ke-34
Hal tersebut dibuktikan dengan riwayat dalam kita An Nahrul Jari, jika dirinya juga pernah berkawan dengan orientalis asal Jerman Karl Von Smith yang pada akhirnya masuk islam dan berdakwah di Jerman.
“Pendiri NU ini sangat dikenal sebagai ulama yang pergaulannya luas, ada cerita beliau berteman orang eropa orientalis dan tertarik oleh islam, dan konsultasi dengan Mbah Hasyim,” katanya.
“Lalu usai perang dunia, Mbah Hasyim pernah mengislamkan orang Jerman dan hidup Hamburg dan dakwah Islam di sana, Jadi Tebuireng (pondok pesantren) adalah komunitas Internasional dari dulunya,” imbuhnya.
Baca Juga: Syafrudin Pastikan Nyalon Walikota Serang Lagi, Subadri Lagi Wakilnya?
Riwayat lainnya, saat menghadapi Indonesia yang dijajah dengan beberapa kawannya, ujar Gus Baha, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari sepakat i’tikaf di multazam. Saat itu banyak dari teman juga dari Afrika, Asia dekat dan tengah sama-sama terjajah.
“Perlawanan dengan Afrika, Asia Tengah, sebelum pulang ke Indonesia semuanya dijajah dari asia tengah sampai Asia timur dan beliau patriot betul dan sangat religius, terus berjuang,” imbuhnya.
Dalam kitab tersebut, imbuh Baha, banyak juga kawan-kawannya dari luar negeri datang ke Tebu Ireng untuk berkonsultasi dalam rangka meminta fatwa Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari soal perjuangan kemerdekaan di negaranya yang masih terjajah.
Baca Juga: Aksi Iseng Fadil Jaidi Bakar Rambut Keanu Agl, Netizen: Becandaan Lu berlebihan!
“Dari Asia datang ke Tebu Ireng dan meminta fatwa karena negaranya juga dijajah, jadi dulu dari Jerman dan Asia timur, Asia dekat konsultasi kemerdekaan juga Mbah Hasyim,” ujarnya.
Sisi lain riwayat juga menyampaikan, kelebihan Mbah Hasyim sebagai seorang ulama.
Dijelaskan Gus Baha, jika kelebihan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari tidak pernah tersinggung saat didebat dan digugat lawan bicara.
Baca Juga: Dibalik Indahnya Valentine Terdapat Kisah Tragis
“Beliau santai saja, jadi mungkin ini juga yang turun ke Gus Dur, santai saja tidak pernah tersinggung jika pendapatnya dibantah lawan bicara,” imbuhnya. ***


















