BANTENRAYA.COM – Kementerian Perhubungan atau Kemehub secara resmi menyerahkan pengelolaan Terminal Kendaraan kepada PT Pelabuhan Patimban International atau PPI.
Sebelumnya dioperasikan sementara oleh Kemenhub melalui penugasan kepada PT Pelindo.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir langsung dalam acara penyerahan pengelolaan atau Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban dan ekspor perdana kendaraan, di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat, 17 Desember 2021.
Baca Juga: Peduli Korban Letusan Gunung Semeru, Ketua PMI Cilegon: Kami Buka Donasi Sampai Maret
Pelabuhan Patimban langsung melayani ekspor perdana sebanyak 1.209 unit kendaraan ke Filipina menggunakan Kapal MV Fujitrans berbendera Liberia berukuran 27.286 Gross Ton GT.
Kapal tersebut membawa sebanyak 84 unit kendaraan impor dari Jepang.
Direncanakan kapal akan berangkat pada Jumat malam ini pukul 20.00 WIB.
Baca Juga: Sebanyak 77.231 Anak-anak Kota Serang Ditargetkan Divaksin Awal 2022
“Saya atas nama pemerintah mengucapkan selamat kepada PPI yang sekarang menjadi operator Pelabuhan Patimban, dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU,” kata Menhub Budi dalam press rilis yang diterima Bantenraya.com.
Menhub mengatakan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan Pelabuhan Patimban dilakukan dalam rangka meningkatkan indeks logistik nasional, serta berkolaborasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjadi pelabuhan baru yang memiliki daya saing di kawasan Asia Tenggara.
“Ini juga merupakan simbol kerja sama Indonesia dan Jepang. Kolaborasi PPI dan Toyota Tshusho diharapkan dapat meningkatkan pelayanan ekspor-impor kendaraan menjadi lebih baik dan kompetitif kedepannya,” ucap Budi Karya.
Baca Juga: Paguyuban Lurah Cilegon Donasikan Rp 15 Juta Lebih ke PMI Cilegon untuk Korban Letusan Gunung Semeru
Menhub mengajak seluruh pelaku industri otomotif baik pabrikan kendaraan bermotor, produsen komponen dan sparepart, sampai ke industri bahan baku, untuk memanfaatkan Pelabuhan Patimban.
“Mari kita tingkatkan daya saing logistik nasional melalui Pelabuhan Patimban,” tutur Menhub.
Menhub berharap, kehadiran Pelabuhan Patimban dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis ekspor kendaraan, yang dapat meningkatkan industri otomotif nasional.
Baca Juga: Deretan Fakta Unik Kim Jong Un Pemimpin Diktator Korea Utara, Nomor 4 Paling Konyol
Selain melayani kegiatan ekspor-impor kendaraan, keberadaan Pelabuhan Patimban juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi sektor UMKM, sektor pertanian, industri kreatif dan sektor lainnya sehingga produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PPI Fuad Rizal mengatakan, mulai saat ini pihaknya bertanggung jawab menyiapkan seluruh operasi pelabuhan.
PPI membangun kerja sama dengan konsorsium Jepang untuk mengoperasikan terminal kendaraan.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia di Piala AFF 2020, Jangan Lengah Garuda!
Sejak 16 Desember 2021 PPI telah resmi bekerja sama dengan PT Patimban International Car Terminal untuk mengoperasikan terminal kendaraan.
Bupati Subang Ruhimat mengungkapkan, masyarakat Subang menyambut baik kehadiran Pelabuhan Patimban, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Subang dan sekitarnya.
Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional atau PSN, yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat dan juga secara nasional.
Baca Juga: Persikota Bersiap Hadapi Putaran Liga 3 Nasional
Dibangun sejak tahun 2018, saat ini pembangunannya telah memasuki Tahap 1-2 (2021-2023) yang meliputi pembangunan terminal peti kemas dengan kapasitas 3,75 juta TEUs dan terminal kendaraan dengan kapasitas total sampai dengan 600.000 CBU serta Terminal RoRo 200 meter.
“Adapun di dalam area pelabuhan terdapat fasilitas pelabuhan, seperti dermaga peti kemas (421,025m x 34,2m), dermaga kendaraan (308,6m x 33m), perpanjangan trestle (333,1m), lapangan penyimpanan kendaraan (kapasitas 218.000 CBU), lapangan penumpukan peti kemas (kapasitas 250.000 TEUs), area reklamasi (60 Ha), pengerukan kolam (-10 m), jalan pelabuhan dan gedung administrasi,” urainya. ***



















