BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Pemkot Tangsel masih menerapkan PPKM level 2 untuk wilayah kerjanya.
Penerapan PPKM level 2 sesuai dengan Inmendagri 63 Tahun 2021 dan teknis penerapannya sama dengan yang sebelumnya diberlakukan di Kota Tangsel.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, Kota Tangsel sebenarnya sudah memiliki seluruh indikator untuk menurunkan status PPKM menjadi level 1. Namun dikarenakan adanya aglomerasi, maka penerapan PPKM level 2 masih diberlakukan.
Baca Juga: Money Heist Akan Di-remake ke Versi Korea, Park Hae Soo Didapuk Jadi Pemeran Utama
”Intinya strateginya pengetatan. Ini berlaku juga di tanggal 24 (Desember) mendatang hingga 2 Januari 2022,” ujarnya.
Dia menambahkan, pada saat perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), Kota Tangsel akan menerapkan PPKM level 3.
Nantinya peenrapan PPKM level 3 akan diterbitkan melalui surat edaran khusus. Isinya antara lain tempat wisata semua tutup, meliputi Taman Kota Satu dan Dua, Tandon dan seterusnya yang merupakan milik pemerintah.
Baca Juga: Tanpa Perlawanan, Pembongkaran Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Serang Berjalan Mulus
Selain itu, untuk pengaturan kegiatan di pernikahan akan dibatasi dulu hingga 25 persen, rumah makan, yang makan di tempat itu sekitar 50 persen.
Kemudian tidak ada kerumunan di jalan, kembang api juga akan dilarang.
“Dan nanti saya mintakan patroli gabungan nantinya dalam rangka nataru ini, dari Pol PP, TNI, Polri dan seterusnya,” ujarnya.
Baca Juga: Hari-Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Desember 2021, Berikut Daftar Lengkapnya
Benyamin menambahkan, bahwa pemerintah akan menyiagakan pesapon, pasukan kebersihan.
Dia memastikan bahwa akan ada 390 pesapon akan disiapkan di titik-titik tertentu. Yang pastinya akan disebar lagi di tiap Kecamatan.
Sementara untuk ketahanan pangan, Benyamin menjelaskan saat ini ada kenaikan bawang dan minyak goreng.
”Saya minta ini dijaga, kalau diperlukan mekanisme pasar, ya dilakukan segera, dipantau harganya setiap hari melalui Pagar Tangsel dengan Disprindag,” ujarnya.
Sementara unsur penting lainnya RLC atau Rumah lawan Covid akan dipersiapkan. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran terjadi lonjakan kasus pasca Nataru.
”Sebelum itu, kita ada 34 masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah-rumah. Saya ingin percepatan pemulihan kesehatannya.
“Maka tadi saya mintakan nama-nama yang 34 orang itu serahkan ke Camat, Puskesmas dan Lurah,” katanya. ***
















