Senin, 2 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Jalan Cadas Pangeran Dikenal Angker dan Banyak Terjadi Kecelakaan, Berikut Ini Fakta dan Sejarahnya

Dede Yusup Oleh: Dede Yusup
18 November 2021 | 15:48
Jalan Cadas Pangeran Dikenal Angker dan Banyak Terjadi Kecelakaan, Berikut Ini Fakta dan Sejarahnya

Jalan Cadas Pangerang di sebelah barat Kota Sumedang dikenal angker dan banyak terjadi kecelakaan, berikut ini fakta dan sejarahnya. instagram @sumedang_banget

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Jalan Cadas Pangeran, berada di sebelah barat Kota Sumedang yang dilalui Jalan Raya Bandung-Cirebon yang dikenal banyak sekali mitos dan sering terjadinya kecelakaan.

Jalan Cadas Pangeran dibangun tahun 1809 pada masa penjajah Belanda, sejak menancapkan kuku kolonialismenya di bumi Nusantara.

Jalan Cadas Pangeran yang berada tujuh kilo meter di barat daya Kota Sumedang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat meluas hingga ke daerah lain di luar Kota Tahu tersebut.

Baca Juga: MAKIN BERANI! PKL di JLS Cilegon Jual Miras di Siang Bolong, Lokasinya Tidak Jauh dari Masjid

Kontur Jalan Cadas Pangeran dipandang berbahaya lantaran memiliki tikungan berkelok tajam, juga sejumlah tanjakan dan turunan curam.

Salah satu sisi Jalan Cadas Pangeran berhadapan dengan jurang menganga yang di bawahnya terhampar hutan yang cukup lebat.

Sementara di sisi lainnya berdiri tebing cadas tinggi yang ditumbuhi pepohonan rapat sebagai dikutip Bantenraya.com dari jabarprov.go.id.

Baca Juga: Wadidaw! Bill Gates Prediksi Bakal Ada Pandemi Selanjutnya Setelah Covid-19, Kapan Tepatnya?

Ketika malam tiba di Jalan Cadas Pangeran ini, terbilang sepi karena tidak ada permukiman warga di sekitar sisi jalannya.

Tercatat, banyak kecelakaan terjadi di ruas jalan ini, para pengendara mesti ekstra waspada dan berhati-hati saat melewatinya.

Sejak awal pembangunanya, Jalan Cadas sudah banyak menelan korban jiwa, sekitar 5.000 orang pekerja kehilangan nyawa akibat bekerja rodi.

Baca Juga: Hasil Pilkades Citasuk Kabupaten Serang Berpotensi Dibatalkan, Kenapa?

Mereka dipaksana mengikis perbukitan berlereng curam dan terjal serta memangkas material batu cadas yang keras hanya dengan peralatan dan kemampuan serba terbatas.

Para pekerja di jalan ini di zaman kolonial Belanda diberi perbekalan tidak sepadan.

Pekerja dapat terjatuh dari atas tebing, dijangkiti penyakit, hingga dimangsa binatang buas di tengah hutan belantara.

Baca Juga: Tarif Resmi Bus Labuan-Kalideres adalah Rp30 Ribu, Kalau Lebih Gimana?

BACAJUGA:

Ita Kania

Berawal Dari Hobi, Ita Kania Sukses Jadi Pengrajin Batu Alam

19 Desember 2025 | 17:51
Asep Nugrahajaya

Asep Nugrahajaya, Dari Anak Guru SD Jadi Kadis Pendidikan Hingga Staf Ahli Bupati Serang

1 Desember 2025 | 08:34
lowongan kerja

Siap Berkarir di Bank? Lowongan Kerja Terbaru BTPN Syariah, Terbuka untuk D3

9 September 2025 | 07:29
Fun Run

Muhammadiyah Gelar Fun Run 2025 di Yogyakarta Akhir Pekan Ini, Catat Tanggalnya

8 September 2025 | 20:53

Di area sekitar Cadas Pangeran terdapat beberapa makam dengan batu nisan tanpa nama.

Makam-makam tersebut diyakini warga setempat merupakan tempat peristirahatan terakhir para pekerja paksa atau rodi pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels.

Daendels memerintahkan pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan tahun 1808, sebagian kecil di antara ruas jalannya melewati kawasan Cadas Pangeran.

Baca Juga: Warga Lebak Ramai Mencoba Jalan Tol Serang-Rangkasbitung

Di sekitar kawasan Cadas Pangeran terdapat batu yang juga diyakini masyarakat setempat sebagai petilasan Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumadinata IX.

Ia adalah sosok Bupati Sumedang yang menentang kesewenang-wenangan Daendels terhadap masyarakat Sumedang yang menjadi pekerja paksa pada pembuatan Jalan Cadas Pangeran.

Sejarah kelam yang meliputi jalan Cadas Pangeran dalam pembuatannya pada zaman penjajahan Belanda memperkuat julukan seram pada Jalan Cadas Pangeran.

Baca Juga: Hari ini Muhammadiyah Milad ke 109, Haedar Nashir: Muhammadiyah Sejak Awal Konsisten Bergerak Tangani Pandemi

Kendati sekarang telah berkurang, banyak mitos dan cerita mistis yang dituturkan dari mulut ke mulut penduduk sekitar Jalan Cadas Pangeran.

Dikutip Bantenraya.com dari bacaterus.com, seorang kuncen atau juru kunci Jalan Cadas Pangeran mengungkap soal Jalan Cadas Pangeran. 

Menurutnya, jalan raya yang banyak dilalui kendaraan besar maupun kecil tersebut bisa tetap berdiri kokoh di lereng pegunungan berkat adanya senjata trisula yang digunakan sebagai penyangga. Trisula itu “disusupi” tiga siluman ular, kera, dan harimau.

Baca Juga: Geledah BPN Lebak, Polda Banten Amankan Dua Boks Barang Bukti

Konon katanya, bila ada orang yang angkuh, sombong, dan tak mempercayai keberadaan mereka, maka dia akan didatangi langsung mahluk tak kasat mata itu.

Di bagian Jalan Cadas Pangeran ada pula sebuah pipa bambu yang mengalirkan air bersih.

Menurut kabar yang beredar, air yang mengalir dari pegunungan itu bukan air biasa, melainkan air yang dikeramatkan.

Baca Juga: Dapatkan Chips Gratis Hingga 24 Billion, Berikut Kode Penukaran Higgs Domino Island 18 November 2021 Yang Bisa

Diyakini air tersebut berkhasiat menyembuhkan penyakit dan air itu memiliki wangi yang berbeda dari air kebanyakan.

Warga setempat juga menyebutkan, di lokasi sekitar tempat air tersebut kerapkali muncul ular raksasa.

Kabarnya ada seorang sopir yang mengalami kecelakaan lantaran mencoba menghindari sang ular yang badannya membentang menghalangi jalan raya.

Baca Juga: Besok, Gubernur Umumkan Besaran UMP Banten 2022

Mitosnya, ular besar yang diduga berjenis piton atau boa tersebut hidup di dasar jurang di samping Jalan Cadas Pangeran.

Sang ular disebutkan memakan mayat sisa korban kecelakaan atau pembunuhan dan pada zaman dahulu memakan mayat korban kerja paksa pembuatan jalan.

Selain itu mitos lainnya, ketika Cadas Pangeran belum seramai sekarang, beredar mitos bahwa pengendara dan warga yang melewati jalan raya tersebut harus menyalakan dan melempar rokok atau koin ke jurang di pinggir jalan.

Baca Juga: Pleno UMP Banten 2022 Buntu, Dewan Pengupahan Ajukan Dua Angka ke Gubernur

Hal ini semacam exit permit atau izin untuk melintas agar tak diganggu mahluk astral penghuni Jalan Cadas Pangeran.

Semua mitos dan mistis serta misteri di seputaran kawasan Jalan Cadas Pangeran pada akhirnya dikembalikan kepada kepercayaan masing-masing individu.

Hal paling penting saat melewati kawasan Jalan Cadas Pangeran harus meningkatkan kewaspadaan, berhati-hati lewati jalan ini.

Baca Juga: Tak Perlu ke Pasar, Cek Harga Bahan Pokok Cukup dengan Aplikasi Sembako 

Kemudian selalu berdoa dan memohon perlindungan Tuhan yang Maha Esa. ***

Editor: Administrator
Tags: angkerCadas PangeranKota Sumedang
Previous Post

Dukung Ketahanan Pangan dan Electrifying Agriculture, PLN Teluk Naga dengan Distapang Gagas Program FAPERTA

Next Post

Proyek Multiyears, Gedung 8 Lantai RSUD Banten hingga Banten International Stadium Jadi Fokus di 2022

Related Posts

Ita Kania
Citizen

Berawal Dari Hobi, Ita Kania Sukses Jadi Pengrajin Batu Alam

19 Desember 2025 | 17:51
Asep Nugrahajaya
Citizen

Asep Nugrahajaya, Dari Anak Guru SD Jadi Kadis Pendidikan Hingga Staf Ahli Bupati Serang

1 Desember 2025 | 08:34
lowongan kerja
Citizen

Siap Berkarir di Bank? Lowongan Kerja Terbaru BTPN Syariah, Terbuka untuk D3

9 September 2025 | 07:29
Fun Run
Citizen

Muhammadiyah Gelar Fun Run 2025 di Yogyakarta Akhir Pekan Ini, Catat Tanggalnya

8 September 2025 | 20:53
3 Link Twibbon Peringatan HUT Jalasenastri 2025, Desain Gratis dan Terbaru
Citizen

3 Link Twibbon Peringatan HUT Jalasenastri 2025, Desain Gratis dan Terbaru

26 Agustus 2025 | 17:18
GRATIS! 5 Link Twibbon HUT Jalasenastri ke-79 Tahun 2025, Desain Terbaru dan Palin Keren
Citizen

GRATIS! 5 Link Twibbon HUT Jalasenastri ke-79 Tahun 2025, Desain Terbaru dan Palin Keren

26 Agustus 2025 | 09:21
Load More

Popular

  • israel

    Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator, Sekda Kota Serang: Dukung Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunnya Kepala Distan Banten Agus Tauchid Jadi Momentum Evaluasi Ketahanan Pangan Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ingin Fokus Mengabdi Jadi Guru Alasan Agus Irawan Mundur dari Bakal Calon Ketua KONI Kabupaten Serang 2026 -2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbaikan Jalan Akses Mudik Cilegon Hanya Tambal Sulam, H-10 Diklaim Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocoran Kode Voucher Shopee 3 Maret Big Ramadan Sale 2026, Banjir Promo dan Diskon!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitra Strategis Pemerintah, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Serang Periode 2026-2031 Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Try Sutrisno

Wafatnya Try Sutrisno, Mensesneg Instruksikan Kibarkan Bendera Setengah Tiang 2–4 Maret 2026

2 Maret 2026 | 16:17
Capiton Foto Kepala Disparpora Kota Serang Zeka Bachdi diwawancarai wartawan di Setda Pemkot Serang, Senin 2 Maret 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Pemkot Serang Bakal Jadikan Paralayang Wisata Unggulan Baru di Kota Serang

2 Maret 2026 | 14:56
Ilustrasi beasiswa Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development (SEED-2). (Freepik.com/ TravelScape)

Beasiswa SEED-2 Buka Jalan Kolaborasi Kampus Indonesia-Kanada

2 Maret 2026 | 14:48
Pelanggan Cotton Home ID saat menerima produk sprei dan bad cover untuk hampers lebaran. (Dok/pribadi)

Hampers Sprei dan Bad Cover Jadi Peluang Bisnis di Kota Serang, Pengerajin Kebanjiran Orderan

2 Maret 2026 | 14:41

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda