BANTENRAYA.COM – Google Doodle menampilkan hal berbeda hari ini, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Logo Google yang biasa muncul kini diganti dengan sosok Ismail Marzuki.
Diperlihatkan Ismail Marzuki yang berpakaian rapi tengah memmainkan biolanya dengan raut wajah bahagia.
Nama Ismail Marzuki tentu bukan hal asing bagi rakyat Indonesia hingga kini, Ya, dia adalah sang maestro musik kebangaan bangsa.
Baca Juga: Kuota PTM di Banten Masih Dibatasi 50 Persen
Ismail Marzuki lahir pada 11 Mei 1914 di Kampung Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Ia besar di Jakarta dari keluarga Betawi.
Meski dikenal dengan Nama Ismail Marzuki, sebenarnya nama aslinya hanya Ismail Saja. Sedang Marzuki adalah nama ayahnya.
Sehingga secara lengkap namanya adalah Ismail bin Marzuki. Akan tetapi, kebanyakan orang memanggilnya dengan nama Ismail Marzuki.
Baca Juga: Ulang tahun Greenotel Cilegon tawarkan kamar dengan harga murah
Ismail Marzuki tumbuh tanpa kasih sayang sang ibu yang meninggal tiga bulan setelah Ia lahir.
Ismail Marzuki juga harus kehilangan kedua kakaknya yakni Yusuf dan Yaqub.
Ia kemudian tinggal bersama ayah dan seorang kakaknya yang masih hidup bernama Hamidah, yang umurnya lebih tua 12 tahun dari Ismail.
Baca Juga: Pengembangan Anak Usai Dini, Pemprov Dorong Pembentukkan Gugus Tugas PAUD HI, Apa Itu?
Ismail Marzuki sudah mengenal musik berkat sosok sang ayah, yang merupakan seorang pemain rebana yang biasa dinamakan seni berdendang.
Walau punya garis darah seniman namun kemampuan bermusik pria yang kerap disapa Maing ini tak didapatkan begitu saja.
Ismail Marzuki secara rutin terus mengasah kemampuannya dengan berlatih hingga lima jam sehari.
Baca Juga: Serang Jaya, Serpong City dan Maverick ke Babak 8 Besar, Persic: Masih Ada Peluang
Ismail Marzuki diketahui mampu memainkan sejumlah instrumen musik seperti diantaranya biola, saksofon, gitar hingga harmonika.
Lagu pertama yang diciptakannya adalah O sarinah saat usianya menginjak 17 tahun.
Bakatnya sebagai penyanyi, penyair lagu hingga pengarang lagu kian terasan ketika menjadi anggota perkumpulan musik Lief Java pada 1923.
Untuk mendapatkan inspirasi, Ismail Marzuki gemar mendengarkan lagu yang sama hingga puluhan kali.
Bukan cuma musik jazz, ia juga menjadikan lagu-lagu daerah sebagai inspirasinya.
Selama berkarier di dunia musik, Ismail Marzuki telah menciptakan ratusan lagu.
Baca Juga: Suka Merasa Takut dan Cemas, Anda Menderita Anxiety, Ini Obatnya Kata dr. Zaidul Akbar
Beberapa lagu ciptakannya di antaranya Oh Sarinah, Rayuan Pulau Kelapa, Melancong di Bali, Halo-Halo Bandung, Mars Arek-arek Surabaya, Gugur Bunga di Taman Bhakti, Sepasang Mata Bola dan sebagainya.
Ismail Marzuki tutup usia pada umur 44 tahun pada 25 Mei 1958 di kediamannya, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena penyakit paru-paru yang dideritanya.
Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan pada tahun 1968 dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Rest Area Bersistem Digital Pertama di Indonesia Siap Diresmikan, Akan Dihadiri Tommy Soeharto
Lalu pada tahun 2004 Ia dinobatkan menjadi salah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia. ***



















