BANTENRAYA.COM – Komando Distrik Militer Kodim 0602/Serang dan Pemerintah Kabupaten Serang meresmikan jembatan Gantung Perintis di Desa Baros, Kecamatan Baros.
Selain di Desa Baros jembatan juga baru juga diresmikan di Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka yang dibangun oleh Kodim 0623/Cilegon.
Komandan Kodim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto mengatakan, jembatan tersebut merupakan bagian dari 200 jembatan yang dibangun TNI Angkatan Darat pada tahun ini.
“Jadi, jembatan ini menghubungkan antara Kampung Mayak dengan Pusat Ekonomi atau Pasar Baros. Mudah-mudahan perekonomian bisa semakin baik di masyarakat,” ujarnya di lokasi, Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sebelum dibangunkan jembatan baru para warga hanya bisa melintasi jembatan sementara yang terbuat dari bambu dan rentan roboh.
BACA JUGA: Daftar Nomor Darurat Mudik Lebaran 2026, Catat Agar Tenang Selama Perjalanan
“Kondisinya mungkin dalam beberapa tahun ini juga kurang layak untuk dilewati. Kebetulan Kabupaten Serang mendapatkan dua bangunan jembatan salah satunya di Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka,” katanya.
Sekda Pemkab Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, pembangunan jembatan yang dilakukan oleh Kodim 0602/serang tersebut sangat membantu masyarakat khsusnya dalam hal penyebrangan.
“Kebutuhan jembatan seperti ini tentunya sangat banyak. Tentunya kita tinggal menyempurnakan apa yang sudah dibangun oleh Kodim 0602 Serng,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut dibangun dengan panjang 25 meter dengan menghabiskan waktu pembangunan kurang lebih satu bulan.
“Intinya apa yang sudah dibangun harus dipelihara oleh masyarakat dan kami dari Pemkab Serang juga akan men-support program ini,” katanya.
BACA JUGA” Jembatan Penghubung Dua Desa di Jiput Pandeglang Ambruk
Sementara Kepala Desa Baros Ahmad Suparlan mengatakan, jembatan tersebut sangat berguna untuk aktivitas masyarakat khususnya bagi pejalan kaki yang menuju pusat kota.
“Karena dulu itu sudah sada jembatan tapi terputus tahun 2022 karena banjir bandang. Ke depan akses perjalanan kaki untuk para pedagang dan anak sekolah bisa kembali normal,” ungkapnya.***
















