BANTENRAYA.COM – Karang Taruna Kota Cilegon akhinya dualisme. Dimana, satu dipimpin Edi Firmansah dan satu lagi melalaui Temu Karya Kota pada pekan lalu melahirkan Ahmad Aflahul Aziz sebagai Ketua Karang Taruna Kota Cilegon lainnya.
Ketua Karang Taruna Kota Cilegon Edi Firmansah yang sebelumnya dikukuhkan Walikota Cilegon Robinsar menjelaskan, pihaknya akan tetap berjalan meski ada Temu Karya yang dikaliam dihadiri 6 kecamatan melahirkan Aziz sebagai ketua.
“Tanggapan nya sebenarnya kita no komen terkait adanya Temu Karya kemarin. Terkait dengan SK memang hari ini kita akui baru terima SK pengukuhan dari Walikota. SK dari pusat sebetulnya kemarin sudah dimohon berulang kali kita mohon kepada pusat untuk bisa diterbitkan,” ujarnya saat memberikan konfrensi pers, Rabu (4/3).
BACA JUGA: Ketua Fraksi Golkar Lebak Minta Pemkab Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Wisata
Menurut Edi, pihaknya juga sudah mengkonfirmasi ada beberapa lecamatan yang juga tidak hadir dalam acara tersebut. Artinya, Temu Karya yang di klaim sah tidak sepenuhnya dihadiri kecamatan.
“Kita konfirmasi ke tiga kecamatan tidak ada undangan, kecamatan Grogol, Pulomerak dan Purwakarta mereka tidak menerima informasi dan undangan,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Careteker Karang Taruna Kota Cilegon sekaligus pengurus nasional, Kenny Novandri Saputra mengatakan, pihaknya sudah menggelar pelaksanaan temu karya. Dimana, itu merupakan arahan langsung dari pusat berdasarkan regulasi terbaru.
“Berdasarkan Permensos Nomor 9 Tahun 2025, yang mengasistensi pelaksanaan temu karya baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi adalah pengurus nasional,” kata Kenny kepada wartawan.
Ia menjelaskan, setelah Surat Keputusan careteker diterbitkan, pihaknya langsung melakukan konsolidasi kepada para pengurus yang sebelumnya telah menerima SK dari kepala daerah.
Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme yang digunakan dalam temu karya kali ini merujuk pada sistem organisasi sesuai arahan pusat.
“Kami sampaikan bahwa mekanisme yang kita lakukan bukan lagi organisasi Karang Taruna yang dipakai selama ini, melainkan sesuai aturan terbaru yang ditetapkan pusat,” ujarnya.
Dalam temu karya tersebut, terdapat dua calon yang mendaftar sebagai kandidat ketua umum, yakni Mas Mulyana dan Ahmad Aflahul Aziz. Pendaftaran resmi ditutup sehari sebelum pelaksanaan.
“Semalam kami sudah tutup pendaftaran, ada dua kandidat atas nama Aziz dan Mulyana. Dalam pelaksanaan temu karya, musyawarah mufakat tercapai dan terpilihnya Bung Aziz secara aklamasi,” tutur Kenny.
Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan temu karya menjadi tanggung jawab careteker, termasuk administrasi dan dokumentasi.
Dokumen hasil kegiatan akan segera diteruskan ke pusat untuk penerbitan SK legalitas kepengurusan baru.
“Dokumen serta administrasi ini akan kami teruskan ke pusat agar segera diterbitkan legalitasnya berupa SK. Kami juga memberikan tenggat waktu kepada ketua terpilih sebagai ketua formatur untuk menyusun kepengurusan,” jelasnya.
Kenny juga menitipkan pesan kepada ketua terpilih agar segera melakukan konsolidasi internal hingga ke tingkat bawah demi menjaga soliditas organisasi di Kota Cilegon.
“Terkait hal-hal yang menyangkut organisasi Karang Taruna, kami menitipkan kepada ketua terpilih untuk melakukan konsolidasi ulang ke bawah. Temu karya ini kami bertanggung jawab penuh secara organisasi, apapun mekanismenya bisa kami presentasikan,” tegasnya. (Uri)***
















