BANTENRAYA.COM – Ketua Fraksi Golkar Lebak, Muammar Adi Prasetya mengaku dirinya kerap mendapatkan keluhan terkait kondisi infrastruktur jalan rusak dari wisatawan.
Keluhan itu sendiri ia tampung secara langsung melalui perantara para pelaku usaha wisata dan penginapan yang ada di Kabupaten Lebak.
Kondisi ini tentu menghambat perkembangan industri wisata yang ada di Kabupaten Lebak.
BACA JUGA: 26 Kecamatan di Lebak Punya Potensi Tinggi Pergerakan Tanah, Warga Cidikit Diusulkan Direlokasi
“Banyak keluhan dari wisatawan-wisatawan yang disampaikan ke saya melalui pelaku usaha penginapan maupun lainnya,” kata Muammar saat diwawancara, Rabu, 4 Maret 2026.
Anggota Komisi IV DPRD Lebak ini juga mengaku telah berkomunikasi intens kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memberikan perhatian lebih pada jalan yang berada daerah wisata yang turut memberikan sumbangsih terhadap pendapatan daerah dan menggerakkan ekonomi atas kunjungan wisatawannya.
Dia mencontohkan pada jalan yang berada di kawasan wisata Sawarna, tepatnya di simpang Ciawi-Cibayawak yang sebelumnya kerap mendapatkan keluhan akibat kondisinya yang sangat rusak. “Untuk sekarang Alhamdulillah terfasilitasi lewat pemeliharaan rutin,” ungkapnya.
Secara umum, Muammar juga meminta kepada Pemkab Lebak untuk segera mempercepat pembangunan pada jalan-jalan rusak dan penting yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Dia mendesak kepada DPUPR Lebak untuk segera melakukan lelang, mengingat Kabupaten Lebak juga harus segera mempersiapkan diri dalam menyambut para pemudik.
“Mulai dari Cibadak, Cikulur, hingga Malingping itu masih memprihatinkan. Anggarannya kan sudah ada dari Cibadak sampai Sajra kalau tidak salah, ya segera lelang,” imbuhnya.
Muammar mengakui, saat ini beberapa ruas jalan di Kabupaten Lebak masih belum siap untuk menyambut pemudik.
Penilaian itu ia sampaikan berdasarkan pengalamannya ketika harus pulang pergi dari Rangkasbitung ke daerah pilihannya di Kecamatan Bayah dan sekitarnya atau sebaliknya.
Untuk itu, penting bagi Pemkab Lebak untuk segera melakukan perbaikan.
“Saya sering pulang pergi Rangkasbitung ke Bayah atau sebaliknya, ya dibuat pusing juga. Makanya saya sering minta untuk segera mengeksekusi karena kondisi jalannya seperti itu,” terangnya. (aldi)















