BANTENRAYA.COM – Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Banten Jaya (Unbaja) menunjukkan komitmen nyatanya dalam pengabdian masyarakat.
Sebanyak 10 mahasiswa terpilih oleh PDAM Tirta, untuk menjadi Tim Persiapan Lapangan dalam program Percepatan Pendataan Calon Pelanggan APBN 2026, yang menyasar wilayah Kecamatan Cikeusal dan Kecamatan Petir.
Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung selama 20 hari. Program ini bukan sekadar pendataan biasa, melainkan bagian dari proyek nasional untuk memastikan akses air bersih menjangkau masyarakat secara luas dan tepat sasaran.
Tim yang diterjunkan memiliki komposisi yang unik, terdiri dari mahasiswa semester II hingga semester VIII.
BACA JUGA: Asnin Syafiuddin Diganti Lewat PAW, PKS Banten Harap Abdul Maksimalkan Aspirasi Dapil
Pelibatan mahasiswa dari berbagai tingkatan ini diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu, dimana mahasiswa senior dapat membimbing juniornya dalam menghadapi dinamika teknis maupun sosial di lapangan.
Target yang dipatok dalam kegiatan ini cukup ambisius, yakni pengambilan dan validasi data terhadap 1.031 calon pelanggan.
Data ini nantinya akan menjadi fondasi bagi pemerintah dalam merealisasikan anggaran APBN 2026 untuk sektor sarana air bersih di wilayah Kabupaten Serang.
Pelepasan tim dilakukan secara simbolis oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Ade Ariesmayana Unbaja dalam sambutannya mengatakan, pihak kampus menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dengan instansi pemerintah.
“Kegiatan ini adalah implementasi dari tri dharma perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga berkontribusi langsung dalam memecahkan masalah infrastruktur dan pelayanan publik di masyarakat,” katanya, kemarin.
PDAM Tirta Sambut Baik Mahasiswa Unbaja Magang
Di sisi lain, Manajemen PDAM Tirta menyambut baik dukungan dari tenaga muda terdidik ini. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi lapangan yang memerlukan ketelitian tinggi agar distribusi bantuan melalui APBN 2026 tepat sasaran.
Selama masa tugas di Kecamatan Cikeusal dan Petir, para mahasiswa akan melakukan survei door-to-door untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif para calon pelanggan.
Pengalaman ini diproyeksikan akan memberikan nilai tambah bagi portofolio mahasiswa sebelum mereka terjun sepenuhnya ke dunia kerja profesional. ***



















