BANTENRAYA.COM – Sebanyak empat rumah dan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kerusakan pada bagian atap karena terdampak pohon tumbang dan cuaca ekstrem di Kabupaten Serang.
Empat rumah warga yang mengalami rusak sedang itu berada di Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Cinangka, sedangkan dapur MBG yang atapnya tertiup angin itu berada di Desa Mancak, Kecamatan Mancak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, dari lima kejadian tersebut baru ada dua laporan yang diterima.
“Laporan yang masuk itu rumah rusak akibat pohon tumbang di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka dan atap dapur MBG yang terbang di Desa Mancak, Kecamatan Mancak,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kejadian itu terjadi pada Jumat 27 Februari pagi saat terjadi hujan lebat disertai dengan angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang dan atap dapur MBG melayang.
“Akibatnya akses lalu lintas terhalang, dan rumah serta dapur MBG rusak sedang pada bagian atap. Kejadian itu sekitar pukul 06.00 WIB,” katanya.
BACA JUGA : Awasi Tambang di Mancak, Polres Cilegon Pantau Langsung ke Lapangan
Terpisah, Camat Pabuaran Idham Danal mengatakan, terdapat tiga rumah di wilayahnya yang mengalami rusak sedang pada bagian atap dapur karena pohon tumbang.
“Lokasinya di Desa Tanjung Sari, Desa Telaga Warna, itu kejadiannya Malam Sabtu. Untuk Desa Pabuaran kejadiannya di hari Jumat, semuanya itu yang terdampak pada bagian dapur,” ujarnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan sudah diberikan bantuan untuk meringankan usai tertimpa bencana alam tersebut.
“Sudah kita berikan bantuan, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena hanya pada bagian atap dapur saja yang hancur. Hari Senin akan datang bantuan lagi dari Dinas Sosial,” katanya.
Pihaknya belum mengetahui secara pasti kerugian yang didapat akibat bencana tersebut, namun saat ini perlu penanganan lebih lanjut supaya bisa dihuni dengan nyaman kembali.
BACA JUGA : Sidak Tambang Ilegal di Mancak, Ombudsman Minta Polres Cilegon Jangan Jadi Beking
“Keluarga masih bertahan di rumahnya masing-masing, namun kondisinya sangat memprihatinkan. Karena memang diperlukan perbaikan supaya bisa kembali aman,” jelasnya. (***)

















