BANTENRAYA.COM– Ancaman pembajakan akun dan penipuan digital belakangan ini semakin marak menyasar pengguna aplikasi pesan instan.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, WhatsApp menyediakan sejumlah fitur keamanan bawaan yang bisa langsung diaktifkan melalui menu pengaturan.
Seluruh fitur ini tersedia di WhatsApp versi terbaru pada Android dan iOS tanpa biaya tambahan.
BACA JUGA: Gunduli Semen Padang, Arema FC ke Peringkat 8 Klasemen Super League
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah enam cara yang dapat dilakukan untuk mengamankan akun dari potensi peretasan hacker :
6 Cara Mengamankan WhatsApp dari Hacker dan Penipuan Online
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Verifikasi dua langkah (two-step verification) adalah cara dengan menambahkan PIN enam digit sebagai lapisan keamanan tambahan.
Fitur ini dapat diaktifkan melalui Settings > Account > Two-step verification > Turn on. Dengan pengamanan ini, meskipun kode OTP diketahui pihak lain, akun tetap tidak bisa diakses tanpa PIN yang telah dibuat sebelumnya.
2. Nyalakan Notifikasi Keamanan
Notifikasi keamanan memberi peringatan jika kode keamanan dengan kontak berubah, misalnya ketika salah satu pihak mengganti perangkat.
Kode keamanan merupakan bagian dari sistem enkripsi end-to-end yang memastikan hanya pengirim dan penerima dapat membaca isi pesan. Opsi ini tersedia di Settings > Privacy > Security notifications.
3. Gunakan Penguncian Aplikasi dengan Biometrik
WhatsApp menyediakan fitur penguncian aplikasi menggunakan sidik jari atau Face ID.
Pada Android, fitur ini dapat ditemukan di Settings > Privacy > Fingerprint lock.
Sementara di iPhone, tersedia melalui Settings > Privacy > Screen Lock. Dengan penguncian biometrik, aplikasi tidak dapat dibuka tanpa verifikasi identitas pemilik perangkat.
4. Aktifkan Disappearing Messages
Fitur Disappearing Messages memungkinkan pesan terhapus otomatis dalam jangka waktu tertentu, seperti 24 jam, 7 hari, atau 90 hari.
Meski tidak secara langsung mencegah peretasan, pengaturan ini membantu mengurangi jejak percakapan sensitif di perangkat.
5. Batasi Visibilitas Informasi Profil
WhatsApp memungkinkan pengguna mengatur siapa saja yang dapat melihat informasi seperti Last Seen, Profile Photo, About, dan Status.
Pengaturan dapat dilakukan melalui Settings > Privacy dengan memilih opsi “My Contacts” atau “My Contacts Except…”. Pembatasan ini penting untuk mencegah penyalahgunaan data oleh pihak tak dikenal.
6. Periksa Perangkat Tertaut Secara Berkala
WhatsApp mendukung penggunaan multi-device melalui fitur Linked Devices. Namun, pengguna perlu rutin mengecek perangkat yang terhubung.
Anda dapat melakukannya melalui menu Settings > Linked Devices, pengguna dapat melihat daftar perangkat aktif dan keluar dari perangkat yang tidak dikenali. Langkah ini membantu mencegah akses jarak jauh tanpa izin.
Kesimpulan
Sebagai aplikasi pesan singkat yang banyak digunakan, WhatsApp telah menerapkan enkripsi end-to-end secara default sejak 2016 untuk pesan pribadi dan panggilan.
Artinya, isi percakapan tidak dapat dibaca oleh pihak lain.
Akan tetapi, keamanan akun tetap bergantung pada kebiasaan pengguna, terutama dalam menjaga kerahasiaan kode OTP dan PIN verifikasi.
Mengaktifkan enam pengaturan ini menjadi langkah preventif sederhana yang dapat memperkecil risiko pembajakan serta meningkatkan perlindungan data pribadi di tengah maraknya penipuan online.***

















