BANTENRAYA.COM – Forum Corporate Social Responsibilty atau CSR Kota Cilegon mendorong pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon mengeluarkan kebijakan pemberian insentif bagi industri, terutama industri yang rajin dan rutin memberikan CSR kepada masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
Hal itu dilakukan, agar nantinya industri semakin tertarik dan juga pemerintah punya nilai tawar saat meminta industri menyalurkan CSR untuk kebutuhan pembangunan yang sesuai target pemerintah.
Ketua Forum CSR Saeful Rochman mengungkapkan, kendati banyak CSR dari industri, namun sifatnya masih belum sinergis dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
Dalam program dan penyalurannya masih belum sesuai kebutuhan pembangunan di Kota Cilegon.
BACA JUGA: Revitalisasi Taman Bonakarta Cilegon Bakal Habiskan Rp1,2 Miliar
“Potensinya cukup banyak tapi liar, masih masing-masing sekarang kita akan kumpulkan dulu mereka melakukan apa selama ini nanti ada guidance dengan program yang akan dilakukan Pak Walikota Cilegon,” ungkapnya.
Saeful menyatakan, akan ada penguatan internal dahulu sambil pendekatan ke perusahaan atau badan usaha soal program pemerintah.
“Sekarangkan ini kan mungkin program perusahaan sudah jalan. karena awal tahun tahun biasanya sudah menetapkan programnya, jadi penguatan di internal dulu,” ujarnya.
Saeful menyatakan, ada formulasi dan dorong jika industri aktif akan ada insentif dari pemerintah sebagaimana arahan walikota.
Dimana nanti akan ada insentif perizinan dan lainnya yang menarik industri untuk mengeluarkan CSR untuk kebutuhan pembangunan yang sudah menjadi target pemerintah.
“Yah jadi formulasinya itu kita akan dorong apabila industrinya aktif mengeluarkan CSR-nya akan diberikan insentif dari pemerintah. Sebagaimana yang disampaikan Pak Wali. Dimana pak wali terbuka menerima aspirasi, itu yang akan kita lakukan. Kalau memang misalkan industri aktif ada insentif perizinan dan apapun yah yang bisa menarik,” pungkasnya.***















