BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten mencatat pertumbuhan ekonomi yang solid sepanjang tahun 2025 sebesar 5,37 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.
Kendati demikian, sejumlah sektor ekonomi tidak merasakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi terutama kelas pengusaha mikro seperti kuliner.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten Ameriza M Moesa menyampaikan, kenaikan ekonomi di suatu daerah tidak menggambarkan keseluruhan sektor mengalami pertumbuhan positif.
“Kalau menurut dugaan saya memang pertumbuhan ekonomi ini tidak merata, ada yang menikmati ada yang tidak menikmati, nah yang menikmati adalah properti, industri, dan petani tadi. Kok pertumbuhan bagus banyak ekonomi mikro sulit, jadi maksudnya masyarakat elit,” kata Ameriza kepada awak media dalam agenda Taklimat Media 2026, di Tangerang, Kamis 12 Februari 2026.
Selain itu, Ameriza juga menduga jika kemampuan para pengusaha mikro masih belum meningkat, tercermin dari beberapa legalitas yang belum terpenuhi.
BACA JUGA: Tutup Tahun 2025, Pemkot Tangerang Salurkan Bansos Beasiswa untuk 576 Mahasiswa
“Bisnis yang kecil dari aspek legal juga kadang-kadang itu sisi persaratan juga enggak lengkap kapasitas nya harus di upgrade lagi,” paparnya.
Kendati demikian, jika dikalkulasikan secara agregat, Ameriza menyebut pertumbuhan ekonomi Banten mengalami laju peningkatan ditopang oleh industri pengolahan, pertanian hingga investasi.
“Ada beberapa sektor ekonomi yang terimbas dampak positif kalau saya liat di sektor pertanian salah satunya,” jelas Ameriza.
BI Banten juga berani memasang target cukup tinggi yakni pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 mencapai 5,7 persen. Dilihat dari geliat investasi yang bergulir.
Komponen pertumbuhan ekonomi, sektor investasi memberikan andil yang cukup besar dengan pertumbuhan 5,15 persen secara tahunan.
BACA JUGA:Dimyati Natakusumah Minta Bansos Jangan Dipotong, Meski Hanya Satu Rupiah
“Jadi itu sebetulnya batas bawah, artinya skenario pesimis kira-kira 5,7 persen dan achieveable (memungkinkan untuk direalisasikan-red), nasional saja berani 5,8 persen,” cakapnya.
Layaknya investasi, pertumbuhan yang dirasakan tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan waktu sampai beroperasi. “Beberapa industri baru investasi dan mulai jalan akhir tahun atau awal tahun,” kata Ameriza.***















