BANTENRAYA.COM – Operator Data Pokok Pendidikan atau Dapodik di Kota Cilegon ditekankan untuk berhati-hati dan teliti dalam menginput data.
Terlebih sinkonisasi data kependudukan siswa yang biasa keliru dan kerap menjadi kendala teknis.
Tim Pengembang Dapodik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemedikdasmen Hasan Choiri Mahmud menjelaskan, pihaknya membedah tuntas fitur-fitur terbaru dalam aplikasi Dapodik versi terkini.
Diharapkan ketelitian kepada operator dalam penginputan, sehingga tidak ada lagi kekeliruan data yang dimasukkan.
“Mengingatkan agar operator berhati-hati dalam input data, khususnya terkait sinkronisasi data kependudukan siswa yang kerap menjadi kendala teknis,” ujarnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Hasan mengaku, pihak kementerian terus memperbaharui sitem dengan tujuan meminimalisasi celah kesalahan.
“Kehadiran bapak ibu secara langsung di sini sangat penting agar pemahaman teknis kita seragam, sehingga residu data anomali bisa kita nol-kan,” jelas Hasan.
Dengan data yang teliti, jelas Hasan, akan sangat membantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Cilegon dalam memetakan kebutuhan baik dari sisi infrastuktur dan juga sumber daya guru.
“Dindik sangat terbantu dengan ketelitian para operator. Tanpa data yang valid di Dapodik, Dinas Pendidikan akan kesulitan memetakan kebutuhan rehabilitasi sekolah maupun distribusi guru. Kami berterima kasih atas kerja keras rekan-rekan operator,” ungkapnya.
Ketua Forum Komunikasi Operator dan Tenaga Administrasi Sekolah (Fkotas) Kota Cilegon Herman menyatakan, perjuangan operator bukan sekadar pekerjaan administratif. Namun, kebutuhan keberlansungan kegiatan belajar mengajar bisa terpenuhi.
“DAPODIK bukan hanya aplikasi, tapi jantung sistem perencanaan pendidikan nasional. Ada penyaluran dana BOS, tunjangan guru, bantuan sarpras, semua bermuara dari data ini. Satu kesalahan kecil bisa berdampak panjang dan merugikan hak siswa maupun guru,” tambahnya.
BACA JUGA: Tidar Sport Day Jadi Agenda Kaderisasi dan Perkuat Tim Pengurus Daerah Banten
Sekretaris Dindikbud Kota Cilegon Humedi mengungkapkan, keberhasilan program Cilegon Juara sangat bergantung pada ketelitian operator.
Dimana itu mulai dari perencanaan hingga realisasi harus terdata dalam Dapodik.
“Ini menjadi kunci keberhasilan program pendidikan di Kota Cilegon. Jadi kami sampaikan terimakasih kepada Fkotas yang terus meningkatkan kemampuan para operator sekolah,” ungkapnya.***


















