BANTENRAYA.COM – Transisi kepemimpinan yang terjadi pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu, dipastikan tidak akan menggangu kinerja pada sektor regional.
Kepala BEI Provinsi Banten Fadly Fatah mengatakan, kantor Perwakilan BEI Banten, tetap berjalan normal seperti biasanya, berkaitan dengan fungsi pengawasan, pengaturan, serta operasional pasar modal tetap berjalan normal dan profesional, sehingga masyarakat dan investor tidak perlu khawatir terhadap keberlangsungan maupun stabilitas pasar.
“Kami ingin menegaskan bahwa OJK dan BEI merupakan institusi yang memiliki tata kelola, sistem, dan mekanisme yang sangat kuat. Setiap dinamika organisasi yang terjadi merupakan bagian dari proses internal yang sudah diatur sesuai ketentuan,” kata Fadly saat dikonfirmasi Bantenraya.com, Rabu 4 Februari 2025.
BACA JUGA: Truk Sumbu Tiga Terperosok, Jalan Pandeglang-Labuan Amblas
Di wilayah Banten, lanjut Fadly aktivitas pasar modal tetap berjalan normal, pihaknya melihat minat dan partisipasi investor tetap terjaga, khususnya dari kalangan investor ritel.
“Kami juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat agar memahami bahwa fluktuasi pasar merupakan hal yang biasa, sehingga keputusan investasi tidak diambil secara emosional, melainkan berdasarkan pemahaman dan tujuan keuangan yang jelas,” imbuhnya.
Sejalan dengan kondisi tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat anjlok cukup dalam hingga 7,35 persen, menyentuh level 8.000 an.
Namun, Fadly menegaskan jika pergerakan pasar saham umumnya dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.
Dari sisi global, pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga global, tensi geopolitik, serta perlambatan ekonomi di beberapa negara.
“Sementara dari domestik, pasar juga merespons data-data ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, kebijakan-kebijakan terkait market dan Industri baik dari sisi regulator maupun pelaku pasar serta ekspektasi kinerja emiten ke depan,” cakapnya.
Kondisi seperti ini bukanlah hal baru. Dalam sejarah pasar modal, kita sudah beberapa kali menghadapi fase serupa akibat berbagai krisis dan ketidakpastian global.
Pengalaman menunjukkan bahwa pasar memiliki mekanisme penyesuaian dan pemulihan.
“Oleh karena itu, yang terpenting adalah menjaga kepercayaan, disiplin berinvestasi, serta terus meningkatkan literasi dan pemahaman kita sebagai masyarakat terhadap pasar modal,” kata Fadly.***


















