BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten mengawali tahun 2026 dengan kabar baik di sektor agraria khususnya produksi padi.
Berdasarkan hasil pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi di Banten diproyeksikan mengalami lonjakan signifikan pada periode Januari hingga Maret 2026.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Provinsi Banten Saeful Hidayat mengungkapkan bahwa tren positif ini merupakan kelanjutan dari performa impresif tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Rencana Pembatasan Ponsel Pelajar SMA di Lebak, Didukung Kepsek tapi Ditolak Siswa
Sepanjang 2025, luas panen padi telah mencapai 345,42 ribu hektare, naik 15,49 persen dibandingkan tahun 2024.
“Berdasarkan pengamatan KSA, pada periode Januari-Maret 2026 akan mengalami peningkatan sebesar 32,78 persen atau 33,25 ribu hektare dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Saeful, Senin 2 Februari 2026.
Meski produksi pangan menunjukkan performa kuat, tantangan ekonomi tetap ada. BPS mencatat inflasi tahunan (YoY) Banten pada Januari 2026 berada di angka 3,48 persen.
BACA JUGA: Banyak yang Seru! Daftar Drakor yang Tayang Bulan Februari 2026, Ada The Art of Sarah
Meski angka ini lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 3,55 persen, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap kenaikan harga di sektor energi dan jasa.
Saeful Hidayat menjelaskan bahwa tarif listrik, perhiasan, dan makanan masih menjadi motor utama pendongkrak inflasi. Selain itu, kondisi kesejahteraan petani sedikit terkoreksi pada awal tahun ini.
“Untuk Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Januari 2026 sebesar 111,18 persen atau turun -0,56 persen dibandingkan Desember 2025. Itu dikarenakan indeks harga yang diterima petani turun sebesar 242,38 atau -0,63 persen,” jelas Saeful.
Di sisi lain, sektor pariwisata menunjukkan gairah luar biasa. Sepanjang 2025, perjalanan wisatawan nusantara ke Banten melonjak 29,63 persen menjadi 62,56 juta perjalanan.
Kemudian disusul kenaikan wisatawan mancanegara sebesar 9,37 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Banten berhasil menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi di sektor jasa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengamini optimisme tersebut. Dia merinci potensi produksi gabah di awal tahun ini sangat melimpah, yakni mencapai 768,132 ton Gabah Kering Giling (GKG).














