BANTENRAYA.COM – Perbaikan Jalan Lingkar Selatan atau JLS Cilegon melalui anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dimulai.
Selama perbaikan tersebut dilakukan, dilakukan pembatasan kendaraan terutama truk besar.
Kepala DPUTR Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna menyatakan, perbaikan JLS Cilegon sudah dimulai dan ada pembatasan kendaraan yang melintas, terutama truk bermuatan besar.
“Kami menyampaikan permohonan maaf akibat gangguan perbaikan tersebut, termasuk juga adanya pembatasan kendaraan terutama yang bermuatan besar,” katanya, Selasa, 27 Januari 2026.
Dendi menyatakan, perbaikan JLS Cilegon dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional atau APBN dari program Instruksi Presiden (Inpres) Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi sebesar Rp32 miliar.
Perbaikan meliputi betonisasi jalan, saluran drainase dan trotoar.
“Ada 3 item pekerjaan, rencana peningkatan jalan beton, saluran dan trotoar. Titik nol dari PCI sampai RS Bethsaida. Diperkirakan jaraknya 2.100 meter. Anggaran masih sama yakni Rp32 miliar,” jelasnya.
BACA JUGA: Di Daerah Jalan di Tempat, DPRD Kabupaten Lebak Adukan Nasib Warga Huntara Cigobang ke Jakarta
Dendi menyampaikan, dirinya tidak mengetahui secara pasti kapan pembangunan tersebut selesai. Namun, dipastikan selama perbaikan akan ada pembatasan, terutama truk
“Kendaraan Odol dipastikan dibatasi,” ujarnya.
Dendi menegaskan, kerusakan JLS Cilegon dan harus diperbaiki per tiga tahun, sebenarnya bukan karena kualitas pengecoran yang buruk, namun rusaknya JLS Cilegon karena kapasitas jalan yang tidak bisa menahan beban yang melebihi standarnya.
Standar JLS Cilegon sendiri yakni untuk berat kendaraan dan muatan sebesar 25 ton saja.
“Truk yang melintas hampir truk bermuatan 30 ton. Padahal, JLS diperuntukkan dengan spek berat muatan 25 ton saja. Kami sudah menyampaikan atensi agar JLS yang sudah diperbaiki tersebut tidak lagi dilintasi truk bermuatan lebih dari 25 ton. Namun, kewenangan bukan di kami soal pembatasan truk bermuatan di luar kapasitas. Batasnya 25 ton tapi yang melintas lebih dari 30 ton. Jadi akan mudah rusak,” ucapnya.
Walikota Cilegon Robinsar mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan survei pembangunan dan menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat yang sudah mengalokasikan pembangunan JLS Cilegon tersebut.
BACA JUGA: Warga Bojongmanik Gotong Royong Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak
“Alhamdulillah progres perbaikan JLS sudah mulai berjalan. Terima kasih kepada BPJB Banten Direktorat Binsa Marga Kemenpu,” ungkapnya.
Robinsar menyampaikan, selian perbaikan JLS, penerangan juga akan menjadi perhatian Pemkot Cilegon.
“Tidak hanya jalan, jembatan dan penerangan jalan juga menjadi perhatian untuk dilakukan peningkatan kualitas untuk kenyamanan warga,” pungkasnya.***















