BANTENRAYA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menargetkan program pemberian makan bergizi gratis (MBG) dapat sudah tersalurkan ke seluruh siswa di seluruh Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin berharap, tahun ini seluruh penerima manfaat bisa merasakan MBG.
“Alhamdulillah penerima MBG sudah luar biasa banyak,” kata Jamaluddin.
BACA JUGA: Kajian Jaringan Demokrasi Indonesia, Pilkada Tidak Langsung Lebih Banyak Mudarat
Jamaluddin mengungkapkan, saat ini penerima MBG di Provinsi Banten sudah di angka 2,2 juta orang dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai 741 SPPG.
Artinya sudah ada kurang lebih 70 persen penerima yang sudah mendapatkan hak untuk mendapatkan MBG.
“Posisi saat ini di Provinsi Banten ada dua juta dua ratus penerima MBG dengan SPPG-nya 741. Kalau total penerima MBG mencapai 3.502.000 penerima manfaat MBG,” katanya.
Ke-3,5 juta penerima manfaat program MBG ini, kata Jamaluddin, terdiri dari semua penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah, ibu hamil dan menyusui, hingga balita.
Namun ketika ditanya tentang detail angkanya, dia mengaku tidak memegang data rinciannya dan hanya memiliki data keseluruhan.
“Cuma saya nggak bawa data (detailnya) jadi harus diurai,” katanya.
Jamaluddin mengklaim semua daerah terpencil dan terluar di Provinsi Banten sudah terjangkau oleh program MBG.
Dia mencontohkan, daerah seperti Leuwidamar hingga Gunung Kencana sudah menerima program MBG.
“Ini artinya sudah menyeluruh,” katanya.
Dia berharap pada tahun 2026 ini seluruh penerima manfaat MBG, sebanyak 3,5 juta orang itu, akan bisa merasakan program MBG.
Dengan demikian, maka akan tumbuh generasi Banten yang lebih baik secara gizi.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sampailah di angka 100 persen di tahun ini,” katanya.
Sebelumnya, pendirian SPPG yang hingga saat ini belum mencapai 100 persen mendapatkan kritik tajam dari pengamat UNIS Tangerang Adib Miftahul.
Namun, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Banten Ichsan Rizqiansyah menyatakan bahwa semua butuh proses sehingga tidak bisa seluruh SPPG bisa berdiri 100 persen dalam waktu dekat. ****

















