BANTENRAYA.COM – Intensitas curah hujan tinggi, memicu bencana skala sedang di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Sebuah rumah milik Suanriah, warga Kampung Retel, Desa Karyawangi, Kecamatan Pulosari, ambruk diterjang hujan disertai angin.
Mohamad, warga setempat membenarkan, satu unit rumah tetangganya ambruk diterjang angin. Saat kejadian, kampungnya diterjang hujan disertai angin.
BACA JUGA: Lengkap! Ini Daftar HP dan Tablet Samsung yang Dapat Update One UI 8.5
“Kejadiannya mah pas hujan angin. Secara tiba-tiba rumah ibu Suanriah ambruk,” kata Safawi, Minggu (18/1).
Katanya, tidak ada korban jiwa pada peristiwa rumah ambruk. Namun menyebabkan pemilik rumah mengalami kerugian jutaan rupiah.
“Gak ada korban, hanya bangunan rumah yang rusak,” ujarnya.
Camat Pulosari Gimas Rahadyan menerangkan, berdasarkan laporan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Pulosari, satu unit rumah warga Kampung Retel, Desa Karyawangi ambruk.
Peristiwa tersebut terjadi saat wilayahnya diterjang hujan disertai angin.
“Hasil laporan, rumah korban mengalami kerusakan serius pada bagian dapur. Peristiwa ini diduga terjadi akibat kondisi cuaca dan kondisi bangunan,” terangnya.
Dijelaskannya, rumah korban dalam kondisi sudah rapuh, sehingga saat diterjang angin kencang rawan ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Namun, kerugian materil yang dialami pemilik rumah diperkirakan mencapai Rp 5 juta.
“Material atap rumah korban yang masih menggunakan kayu dan bambu dalam kondisi sudah lapuk dimakan usia, bangunan tersebut akhirnya tidak kuat menahan beban dan runtuh,” jelasnya.
Menurutnya, rumah korban sudah ditangai sementara bersama pemilik rumah dan warga setempat. Pihaknya juga sudah memberikan bantuan kepada korban.
“Sudah ditangani secara gotong royong. Kami juga hadir untuk memastikan kondisi pemilik rumah dalam keadaan aman dan melakukan asesmen awal terkait kerusakan,” ujarnya. ***

















