Minggu, 25 Januari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 25 Januari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Kajian Jaringan Demokrasi Indonesia, Pilkada Tidak Langsung Lebih Banyak Mudarat

Muhamad Tohir Oleh: Muhamad Tohir
18 Januari 2026 | 20:51
Pilkada tidak langsung

Pemilih saat akan mencoblos saat Pilgub Banten 2025 lalu. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) sebagai organisasi pemerhati pemilu menyatakan pilkada tidak langsung lebih banyak mudaratnya ketimbang pilkada langsung.

Hal ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) di seluruh Indonesia.

“Kajian Jaringan Demokrasi Indonesia, pemilihan kepala daerah dengan menggunakan sistem tidak langsung akan lebih banyak mudaratnya,” kata Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Provinsi Banten Syaeful Bahri, Minggu (18/1/2026).

BACA JUGA: Lengkap! Ini Daftar HP dan Tablet Samsung yang Dapat Update One UI 8.5

Syaeful Bahri mengatakan, pilkada tidak langsung melanggar konstitusi UUD hasil amandemen karena dalam UUD tegas dinyatakan, kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat.

Pemilihan kepala daerah oleh rakyat juga sejalan dengan sistem demokrasi yang dianut Indonesia saat ini yang menggunakan sistem presidensial.

“Kalau kepala daerah dipilih DPRD, secara teori namanya sistem pemerintahannya parlementer bukan presidensial,” ujarnya.

Syaeful mengatakan, salah satu kemewahan yang dimiliki rakyat dalam sistem demokrasi presidensial saat ini adalah rakyat memiliki hak untuk memilih secara langsung kepala daerah mereka.

Kalau kemewahan ini diberikan kepada DPRD, maka sudah tidak ada lagi satu-satunya kemewahan yang dimiliki rakyat, karena hampir semua diberikan kepada perwakilan.

Terkait anggapan pilkada mahal karena politik uang massif, Syaeful mengatakan bahwa tidak semua pemilih diberi money politics.

Apalagi orang-orang yang dikenal memiliki integritas, penyelenggara, dan semacamnya.

Karena itu, mengkambinghitamkan politik uang bukanlah alasan yang tepat untuk mengganti sistem pilkada dari pemilihan langsung ke perwakilan.

“Tidak benar pilkada langsung disebut 100 persen money politics. Kalau bicara soal efisiensi pilkada tidak langsung juga tidak terbukti juga bisa efisiensi. Kalau partai nawarnya mahal, bisa jadi mahal juga ujung-ujungnya,” kata Syaeful.

Pemilihan pilkada tidak langsung juga akan membuat rakyat tidak memiliki daulat kuasa langsung kepada kepala daerah yang terpilih karena yang terpilih adalah selera dari partai politik.

Dia juga tidak bisa membayangkan bagaimana tidak berdayanya kepala daerah yang dipilih DPRD ketika melakukan perencanaan budgeting.

“Soal budgeting saat ini saja kadang tidak berdaya di hadapan DPRD apalagi kalau kepala daerahnya dipilih DPRD,” katanya.

Risiko berikutnya dari pemilihan kepala daerah secara tidak langsung adalah kepala daerah terpilih bisa saja betul-betul sangat tidak disukai, tidak dipercaya, bahkan rakyat bisa melawan karena kepala daerah yang dipilih adalah pilihan elite di pusat, bukan pilihan rakyat.

Maka, ketertiban di daerah, friksinya, bisa jadi tidak kondusif dan pada akhirnya akan mengganggu pencalonan Presiden Prabowo di periode kedua.

Sebagai solusi, Syaeful mendorong agar pemerintah memperbaiki aturan pilkada. Buat aturan yang memungkinkan bakal calon yang terpilih merupakan orang yang benar-benar bersih dan tidak mudah dibeli, tokoh masyarakat yang sangat dipercaya publik. Regulasi tentang money politics juga bisa dibuat dengan setegas-tegasnya.

BACAJUGA:

Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma saat menyampaikan terkait data kekerasan anak dan perempuan 2025, Tia/Banten Raya.

Selama 2025, 106 Orang Anak dan Perempuan di Cilegon Jadi Korban Kekerasan

25 Januari 2026 | 12:07
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas meninjau banjir

Dua Pekan Warga Cikande Terdampak Banjir, Azwar Anas Soroti Lemahnya Bantuan Pemerintah

25 Januari 2026 | 11:45
Persijap

Tumbangkan PSM Makassar, Persijap Jepara Keluar Dari Dasar Zona Degradasi

25 Januari 2026 | 06:30
Bali United

Ditahan Imbang Semen Padang, Bali United FC Gagal Geser Persebaya Surabaya

24 Januari 2026 | 18:39

“Dibuat aturannya saja kan gampang. Penyelenggaranya juga diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) dengan tegas menolak wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung.

JRDP menilai gagasan tersebut bukan solusi atas berbagai persoalan Pilkada, melainkan justru berpotensi menjadi kemunduran serius bagi demokrasi lokal.

Koordinator Umum JRDP Ukat Saukatudin menyatakan bahwa pemindahan hak memilih kepala daerah dari tangan rakyat ke DPRD akan memangkas partisipasi publik dalam proses politik daerah.

Menurutnya, mekanisme tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi praktik politik elit yang tertutup dan sarat transaksi.

“Masalah utama Pilkada selama ini bukan pada sistem pemilihan langsung, tetapi pada maraknya politik uang, lemahnya penegakan hukum pemilu, serta minimnya transparansi pendanaan kampanye,” ujar Ukat.

JRDP menilai, alih-alih mengubah sistem pemilihan, upaya perbaikan demokrasi seharusnya diarahkan pada penguatan integritas Pilkada langsung.

Pengawasan pelanggaran pemilu yang lebih ketat, reformasi partai politik, serta pembenahan sistem pencalonan dinilai jauh lebih relevan untuk meningkatkan kualitas demokrasi di daerah.

Selain itu, tingginya biaya politik dalam Pilkada juga disebut sebagai persoalan serius yang belum disentuh secara menyeluruh.

JRDP menilai biaya politik yang mahal kerap mendorong praktik politik uang dan pada akhirnya membatasi partisipasi masyarakat secara luas dalam kontestasi politik.

“Jika hak memilih kepala daerah dialihkan ke DPRD, legitimasi kepala daerah akan melemah dan kepercayaan publik terhadap demokrasi daerah bisa menurun,” tegas Ukat. ***

Editor: Dede Yusup
Tags: jadiJaringan Demokrasi IndonesiaPemilihan Kepala DaerahPilkada Tidak Langsung
Previous Post

1.635 Kasus Perceraian di Lebak, Judol dan Pinjol jadi Pemicu Utama

Next Post

Tahun 2026, MBG di Banten Ditargetkan Capai 100 Persen Penerima Manfaat

Related Posts

Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma saat menyampaikan terkait data kekerasan anak dan perempuan 2025, Tia/Banten Raya.
Daerah

Selama 2025, 106 Orang Anak dan Perempuan di Cilegon Jadi Korban Kekerasan

25 Januari 2026 | 12:07
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas meninjau banjir
Daerah

Dua Pekan Warga Cikande Terdampak Banjir, Azwar Anas Soroti Lemahnya Bantuan Pemerintah

25 Januari 2026 | 11:45
Persijap
Daerah

Tumbangkan PSM Makassar, Persijap Jepara Keluar Dari Dasar Zona Degradasi

25 Januari 2026 | 06:30
Bali United
Daerah

Ditahan Imbang Semen Padang, Bali United FC Gagal Geser Persebaya Surabaya

24 Januari 2026 | 18:39
pendidikan
Daerah

Kuatkan Pendidikan Karakter Melalui Kepramukaan: Implementasi Permendikdasmen RI Nomor 13 Tahun 2025

24 Januari 2026 | 16:20
Bioskop
Daerah

Harga Tiket Film Bioskop Cilegon yang Tayang Hari Ini, Ada Papa Zola The Movie hingga Alas Roban

24 Januari 2026 | 14:20
Load More

Popular

  • truk sampah

    Anggaran Dicoret, Pengadaan Truk Sampah di DLH Kabupaten Lebak Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Serang Boyong RKUD dari Bank BJB ke Bank Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Minta Jatah 20 Ribu Liter Minyakita untuk KKMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Hotel Murah Nyaman Rp200 Ribuan di Kota Cilegon, Pas untuk Staycation Bareng Ayang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengusaha Turki Bidik Banten, Tertarik untuk Bangun Pabrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Penyumbang Terbesar Investasi Banten Yang Membuat Banten Berada di Posisi 4 Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belum Ada Aturan Daerah, Pemprov Banten Siapkan Pergub Tata Kelola Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persita Tangerang vs Bhayangkara FC, Performa The Guardian Alami Tren Menurun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fraksi Gerindra Dukung Penuh Pemindahan RKUD Pemkab Serang ke Bank Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36
Forum Honorer Kota Serang

Forum Honorer Serang Nilai Pelantikan 3.800 PPPK Paruh Waktu sebagai Pelecehan Martabat Pekerja

22 Oktober 2025 | 22:25
SMAN 1 Cimarga

Para Siswa SMAN 1 Cimarga Kena Mental Terus Dipojokan Warganet, Pemkab Lebak Kirim Psikolog

16 Oktober 2025 | 19:45

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

persib bandung

Persib Bandung vs PSBS Biak, Ujian Maung Pertahankan Posisi Puncak

25 Januari 2026 | 12:54
persebaya surabaya

PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya, Tekad Bajul Ijo Raih Kemenangan di SSA Bantul

25 Januari 2026 | 12:32
Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma saat menyampaikan terkait data kekerasan anak dan perempuan 2025, Tia/Banten Raya.

Selama 2025, 106 Orang Anak dan Perempuan di Cilegon Jadi Korban Kekerasan

25 Januari 2026 | 12:07
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas meninjau banjir

Dua Pekan Warga Cikande Terdampak Banjir, Azwar Anas Soroti Lemahnya Bantuan Pemerintah

25 Januari 2026 | 11:45

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda