BANTENRAYA.COM – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau STISIP Banten Raya diminta untuk menjadi problem solving dan berdampak bagi masyarakat.
Hal ini sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa harus menempuh proses pendidikan yang ditentukan dalam kurikulum, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.
Ketua STISIP Banten Raya, Nasir mengatakan, Kuliah Kerja Mahasiswa atau KKM adalah momentum bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat guna memberikan kontribusi positif.
Menurutnya, mahasiswa harus menjadi problem solving di tengah masyarakat melalui pendekatan keilmuan yang dimiliki.
BACA JUGA: Beasiswa Penuh S2 dan S3 SEARCA, Peluang Studi Pertanian di Kampus Dunia
“Mahasiswa diharapkan mengaplikasikan bekal ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang telah didapat dari semester 1 hingga semester 5. Fokus utama adalah membantu masyarakat mengenali dan memaksimalkan potensi desa demi kesejahteraan bersama,” ujar Nasir, saat membuka Sosialisasi dan Pembekalan KKM 2026, di Kampus STISIP Banten Raya, di Pandeglang, Minggu, 11 Januari 2026.
Dikatakan Nasir, terdapat dua fokus utama yang sedang menjadi tren nasional dan perhatian pemerintah pusat, yakni desa wisata dan ekonomi kreatif.
Melalui KKM tematik ini, mahasiswa diharapkan bisa menjadi akselerator untuk mengenali potensi yang bisa meningkatkan pendapatan desa.
BACA JUGA: Tak Miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, 25 SPPG di Kabupaten Serang Tetap Beroperasi
“Terakhir, saya berpesan kepada mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik almamater selama satu bulan masa pengabdian. Jaga sikap, jaga perilaku dan bantu desa untuk lebih berdaya,” tutupnya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIP Banten Raya, Dian Wahyu Danial mengatakan, KKM ini dilaksanakan selama 30 hari, dimulai 12 Januari-12 Februari 2025.
Adapun lokasi yang ditunjuk yakni sembilan desa dengan potensi wisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Pandeglang.
Kesembilan desa itu yakni, Desa Pasir Peuteuy di Kecamatan Cadasari, Desa Bandung di Kecamatan Banjar, Desa Sukamanah di Kecamatan Kaduhejo, Desa Sukasari di Kecamatan Pulosari, Desa Sukarame di Kecamatan Carita, Desa Banyubiru dan Desa Teluk di Kecamatan Labuan, dan Desa Citeureup dan Desa Tanjungjaya di Kecamatan Panimbang.
“Kegiatan KKM ini diharapkan dapat membangun interaksi yang kuat antara mahasiswa dengan masyarakat. Target utamanya adalah adanya aksi turun tangan langsung ke Kabupaten Pandeglang sebagai bentuk promosi nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sembilan desa yang menjadi lokasi KKM,” terang Dian.
BACA JUGA: Kuliah S2 di Kampus Top Asia Tanpa Biaya, Yenching Academy Scholarship Bisa Jadi Incaran Kamu
Dia menyebut, keberhasilan KKM ini tentunya tidak terlepas dari peran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Pada KKM tahun ini terdapat sembilan DPL terpilih yang akan mendampingi kelompoknya selama 30 hari penuh.
“KKM adalah proses pembelajaran untuk beradaptasi dan kembali membaur dengan masyarakat sebelum menjadi sarjana. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan masukan, saran, dan gagasan nyata bagi permasalahan yang ada di desa,” pungkas Dian. ***


















