BANTENRAYA.COM — Dinamika internal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI kembali mencuat seiring keputusan organisasi untuk memberhentikan dua pengurus inti.
Namun, pimpinan KNPI menegaskan bahwa langkah tersebut bukan semata sanksi, melainkan bagian dari konsolidasi untuk memastikan organisasi tetap fokus pada agenda kepemudaan.
Ketua Umum DPP KNPI Ali Hanafiah dalam rapat harian yang dipimpinnya, menekankan pentingnya kesetiaan terhadap garis organisasi dan kepemimpinan yang sah.
Dia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh berujung pada tindakan sepihak yang berpotensi memecah belah.
“Organisasi harus dijalankan secara tertib dan profesional, tanpa sikap ugal-ugalan atau sekadar main-main, karena hal itu bisa menyakiti harga diri pengurus dan merusak citra KNPI,” kata Ali.
Rapat pleno memutuskan pemberhentian Ilyas Indra dari jabatan Ketua MPI dan Saad Budiman Lubis dari posisi Ketua OKK.
Keduanya dinilai telah melampaui batas kewenangan, khususnya dalam pelaksanaan agenda Musda lanjutan dan Kongres Luar Biasa yang dilakukan tanpa sepengetahuan ketua umum.
BACA JUGA : DPP KNPI Copot Dua Pengurus karena Dinilai Langgar AD/ ART Organisasi
Langkah tegas ini, menurut Ali, diambil demi menjaga keutuhan organisasi serta memastikan setiap keputusan strategis berjalan sesuai AD/ART.
Dia menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinan DPP KNPI telah ditetapkan melalui Kongres XVII pada Oktober 2024 lalu di Serang, Banten.
Dukungan terhadap keputusan tersebut juga datang dari jajaran pengurus yang hadir.
Salah seorang pengurus bahkan menyatakan kesiapan untuk menghadapi pihak-pihak yang dinilai ingin memecah belah KNPI.
“Kami di sini bersama pemuda Indonesia. Kami hanya berniat membangun pemuda. Kami akan melawan orang-orang yang mencoba memecah belah kami,” ujarnya.
BACA JUGA : Pesan KNPI Kota Serang untuk HAMAS, Ingatkan Mereka Punya Beban Historis
Dengan penunjukan Rani Fadh A Rafiq sebagai Ketua MPI dan Ahmad Jayani sebagai Ketua OKK yang baru, DPP KNPI berharap organisasi dapat kembali solid dan lebih fokus menjalankan program pemberdayaan pemuda di tengah tantangan kebangsaan yang kian kompleks. (***)

















