BANTENRAYA.COM – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengukuhkan Persantuan Pensiunan Indonesia (PPI), di Ruang Multimedia Kampus Untirta. Kegiatan tersebut juga sekaligus memeriahkan hari jadi PPI ke III.
Adapun yang dikukuhkan adalah Dewan Penasihat dan Pengurus, terdiri dari Dewan Penasihat H. Khusaeri RS; H. Sudendi; H. Nandang Faturahman; H. Aris Suhadi.
Sedangkan pengurus PPI Untirta adalah Ketua H. Romli Ardie; Sekretaris H. Hidayatullah dan Bendahara Hj. Uswatun Hasanah.
Hadir dalam kegiatan ini Dewan Pakar Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Banten sekaligus Rektor Untirta H. Fatah Sulaiman, Ketua PPI Banten RHA Nitiamidjaja, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, Sekjen DPN PPI Sri Wahyu Hartono dan anggota PPI Provinsi Banten.
BACA JUGA: 7.021 Jiwa Terdampak Banjir Cilegon, BPBD Tak Bisa Pastikan Akibat Dari Tambang dan Industri
Sambutan Rektor Untirta Terkiat Pembentukan Persantunan Pensiunan Indonesia
Dalam sambutannya, Rektor Untirta menyampaikan selamat datang, sebagai warga Banten termasuk di PPI perlu meneladani Sultan Ageng Tirtayasa yang mampu membangun intelektual, ekonomi, budaya dan dari segala aspek di Banten.
“Hormat saya kepada Bapak/Ibu semua yang telah berjasa yang sudah berkontribusi besar dalam pembangunan Banten, dan khususnya pembangunan Untirta JAWARA. Semangat terus untuk berkarya walau sudah pensiun,” katanya, kemarin.
Di lokasi yang sama, Sekjen DPN PPI RHA Himan Nitiamidjaja menuturkan, kegiatan ini adalah hal positif sebagai ajang kemitraan, yang strategis sebagai Untirta adalah tempatnya gudang pemikir.
“Saya kira PPI dan Untirta diharapkan menjadi wadah hasil-hasil riset yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah menuturkan, mewakili aparatur pemerintahan Provinsi Banten berterima kasih kepada purna tugas, yang telah mengabdi di lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten.
“Masa pensiun bukan akhir dari kontribusi melainkan awal fase pengabdian yang lebih fleksibel lewat pengalaman dan pemikiran dari Bapak/Ibu semua. Nilai manfaatnya relevan dan untuk dibagikan diwariskan di masa depan,” tuturnya. ***




















