BANTENRAYA.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cilegon memastikan keberangkatan calon haji asal Kota Cilegon masih aman pasca terjadinya perang di Timur Tengah.
Spekulasi terganggunya keberangkatan calon haji muncul pasca perang di Timur Tengah yang berdampak pada beberapa rute penerbangan yang tertunda.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Cilegon Zarkoni mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu keputusan dari pihak Kemenhaj pusat terkait kabar terbaru soal jadwal keberangkatan calon haji.
BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran, Truk Tambang Dilarang Melintas di JLS Cilegon Mulai 13 Maret
Menurutnya, dampak dari perang ini tak mempengaruhi jadwal keberangkatan untuk calon jemaah haji asal Kota Cilegon menjadi tertunda.
Jadwal keberangkatan kloter pertama untuk calon jemaah haji asal Kota Cilegon akan mulai diberangkatkan dari Kota Cilegon sudah masuk ke Asrama Haji pada 21 April 2026.
Lalu pada 22 April 2026 para calon jemaah haji asal Kota Cilegon akan mula terbang ke Madinah.
“Insya Allah calon jemaah haji tetap berangkat sesuai jadwal, karena sampai saat ini belum ada informasi lanjutan dari pihak Kemenhaj pusat,” katanya kepada Bantenraya.com, Senin 2 Maret 2026.
Ia berharap, kondisi seperti ini di negara timur tengah tak berlangsung lama, sehingga semuanya dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Kami berharap situasinya dapat kembali seperti semula, keberangkatannya melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu,” harapnya.
Tetapi jika kondisinya masih seperti ini atau tak memungkinkan, maka perlu menunggu informasi lebih lanjut dari Kemenhaj pusat.
“Karena ini menyangkut urusan keselamatan, kalau memang kondisinya tidak aman kemungkinan akan ditunda. Jemaah juga perlu memaklumi,” jelasnya.
Zarkoni mengimbau kepada jemaah haji maupun umrah untuk dapat memastikan secara detail jenis penerbangannya.

















