BANTENRAYA.COM – Kasus pembegalan yang dialami seorang tukang ojek pangkalan di Kecamatan Sumur, akhirnya terungkap.
Pelakunya berinisial YN warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, berprofesi sebagai pekerja cuci mobil di Tangerang.
Motif pelaku tega melakukan pembelaan terhadap korban karena terhimpit ekonomi untuk kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA: Polytron Hadirkan Air Fryer Oven Jumbo Berkapasitas 25 Liter, Penuhi Kebutuhan Tren Masak Sehat
Saat gelar konferensi pers di Mapolres Pandeglang, pelaku YN beralasan, tega membegal tukang ojek yang ditumpanginya karena tidak punya uang untuk membayar.
“Saya cuman punya uang Rp 10 ribu. Gak bisa bayar buat ojek,” kata YN, Senin (29/12). Dia menyebut, bekerja di salah satu tempat cuci mobil dengan gaji yang sangat minim.
Pelaku tega melakukan pembegalan untuk mengambil motor korban, demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Saya kerja jadi cuci mobil gajinya Rp 350 ribu,” ujarnya.
Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setiadi mengatakan, pelaku pembegalan di Kecamatan Sumur karena kebutuhan ekonomi.
“Motifnya ekonomi, yang pertama ada ketakutan tidak mampu membayar jasa ojek, dan yang kedua pelaku tidak punya handphone,” terangnya. ***
















