BANTENRAYA.COM – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan atau ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengantisipasi puncaknya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru di Pelabuhan Merak terjadi pada 23-24 Desember 2025.
Diketahuin, pada momen Nataru kali ini terdapat 4 pelabuhan dioperasikan oleh pemerintah yaitu Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra, dan Pelabuhan Merak.
Terpantau di Pelabuhan Merak, sejak Selasa pagi ini sudah ramai dipadati oleh para pemudik pejalan kaki maupun roda empat yang sedang menunggu kapal.
Menjelang momen Nataru yang semakin dekat, pihak PT ASDP juga sudah menyiapkan berbagai antisipasi untuk para pemudik yang akan melakukan penyeberangan ke Pulau Sumatera.
Direktur Utama PT ASDP Heru Widodo mengatakan, pihaknya memprediksi bahwa puncak Nataru akan terjadi pada 23-24 Desember 2025.
BACA JUGA: Kementerian PU Siagakan 560 Posko pada Arus Mudik Nataru
“Prediksi puncaknya hari ini dan lusa 23-24 yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera. Kita harus bersiap-siap dan waspada,” katanya kepada awak media, Selasa 23 Desember 2025.
Ia mengungkapkan, terutama yang perlu diwaspadai mengenai cuaca ekstrem yang sedang terjadi saat ini.
“Prediksi dari BMKG bahwa sedang terjadi cuaca ekstrem di perairan Selat Sunda,” ungkapnya.
Dirinya meminta kepada seluruh para petugas dan para penumpang yang akan melakukan penyeberangan untuk waspada cuaca ekstrem.
“Bukan hanya para penumpang yang waspada cuaca tapi para petugas termasuk operator kapal juga harus waspada,” pintanya.
BACA JUGA: PJU di JLS Cilegon Diperbaiki Hanya Jelang Momen Mudik, Pengguna Jalan Geram
Menurutnya, kunci dari keberangkatan moda transportasi laut harus berdasarkan dari rekomendasi BMKG.
“Kita harus mempertimbangkan rekomendasi dari BMKG, kalau cuaca buruk dan tidak disarankan untuk berangkat maka akan kita ikuti. Keamanan yang utama,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan beberapa bufferzone untuk menampung antrean kendaraan yang akan melakukan penyebrangan.
“Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan, kita sudah menyiapkan bufferzone,” tuturnya.
ASDP juga telah mengoperasikan sebanyak 32 kapal yang telah dinilai layak oleh Kementerian Perhubungan usai dilakukan pengecekan.
BACA JUGA: Dilarang Beroperasi Selama Masa Nataru, Truk Tambang di JLS Cilegon Masih Hilir Mudik
Namun jika terjadi adanya lonjakan pemudik lebih besar, pihaknya mengaku siap menambah kapal lagi.***
















