Selasa, 3 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Selasa, 3 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Hari Santri Nasional 2025: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

Administrator Oleh: Administrator
21 Oktober 2025 | 20:30
Hari santri

Wakil Ketua ICMI Kota Serang dan Pengurus PDM Kota Serang, Indra Martha Rusmana. (Dokumentasi Pribadi)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Tanggal 22 Oktober dalam setiap tahun di Indonesia diperingati sebagai Hari Santri Nasional yang merupakan sebuah momentum penting untuk mengenang peran besar kaum santri dan ulama dalam memperjuangkan kem Indonesia.

BACAJUGA:

Android

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00

Selain itu, peringatan Hari Santri Nasional juga bertujuan untuk meneguhkan komitmen para santri dalam mengawal moralitas bangsa di tengah arus perubahan zaman.

Tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengusung tema Hari Santri Nasional 2025 “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’ yang bukan sekadar slogan, tetapi sebuah panggilan moral bagi para santri serta dunia Pesantren untuk tetap menjadi benteng akhlak dan penopang global yang berkeadilan dan berperadaban.

BACA JUGA: Ortuseight Luncurkan Sepatu Lari Terbaru untuk Trail Run, Tangguh di Segala Medan

Santri dan Peradaban

Santri sejatinya bukan hanya sebagai sosok yang berkutat dengan Kitab Kuning dan Masjid, tetapi juga sebagai pembelajar yang menyerap nilai-nilai Universal Islam: Keilmuan, Kesederhanaan, Keikhlasan dan Bertanggung jawab sosial.

Para santri dilatih untuk dapat hidup dalam kesetaraan dan kemandirian, jauh dari glamoritas dunia. Maka tidak berlebihan jika pesantren disebut sebagai laboratorium peradaban – tempat lahirnya ulama, cendekiawan, dan pemimpin bangsa yang memiliki kedalaman spiritual dan keteguhan moral.

Akan tetapi, di era digital seperti saat ini, wajah pesantren kini banyak disorot media. Kehidupan Pondok Pesantren (Ponpes) dapat dilihat oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun, kehidupan pondok pesantren yang menampilkan kehidupan santri dari berbagai sisi: mulai dari kedisiplinan, keunikan budaya pesantren, hingga kekompakan antar-santri dalam menjalani rutinitas.

BACA JUGA: Heboh Video Viral Tak Senonoh Kades Munjul Pemkab Pandeglang Siapkan Sanksi, Mungkinkah Diberhentikan?

Tayangan kehidupan para santri ini dapat menyuguhkan gambaran yang hangat sekaligus inspiratif, menegaskan bahwa pesantren bukan tempat terbelakang, melainkan ruang pembentukan karakter dan peradaban.

Kisah KH. Ahmad Dahlan dan Para Santrinya: Adab yang Mencerahkan

Salah satu teladan besar tentang hubungan guru dan murid dalam Islam tampak jelas dalam kisah KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

Suatu ketika, beliau mengajarkan surah Al-Ma’un kepada santri-santrinya. Ayat itu dibaca, ditafsirkan, dan dijelaskan maknanya berulang kali. Tetapi setiap kali santri meminta ganti pelajaran baru, KH. Ahmad Dahlan menjawab:

“Kalian belum mengamalkan yang ini, bagaimana mau belajar ayat berikutnya?”

Santri-santri pun akhirnya tersadar: pelajaran sejati bukan di lidah, tetapi di tindakan. Mereka pun keluar ke jalan, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan membersihkan lingkungan sekitar.

Inilah implementasi adab dan moral dalam ilmu – bahwa guru bukan hanya tempat bertanya, melainkan teladan yang menghidupkan ajaran.

KH. Ahmad Dahlan tidak membiarkan santrinya sekadar pandai berbicara agama, tetapi menuntut mereka berakhlak sosial, peduli pada kemanusiaan, dan menebarkan kasih sayang.
Sikap beliau menegaskan bahwa santri harus menjadi bagian dari solusi bangsa, bukan sekadar penghafal ayat dan teks.

Antara Penghormatan dan Pengkultusan

Banyak tayangan video yang bisa diakses oleh orang awam tentang kehidupan para santri, ada potongan kisah santri yang mencium tangan guru, berebut sandal ustaz, bahkan menahan tangis saat bertemu kiai mereka. Sebagian warganet menilai hal itu sebagai bentuk pengkultusan.

Di sini penting kita luruskan: Islam tidak mengajarkan pengkultusan manusia, bahkan Rasulullah SAW melarang umatnya untuk menyanjung beliau secara berlebihan sebagaimana kaum Nasrani mengkultuskan Isa bin Maryam.

Namun, adab dan etika terhadap guru justru merupakan bagian dari ajaran Islam yang luhur. Dalam hadis dan atsar para salaf, adab kepada guru lebih diutamakan daripada ilmu itu sendiri. Sebab, ilmu yang tidak diiringi adab akan melahirkan kesombongan, sementara adab tanpa ilmu justru menumbuhkan kerendahan hati dan rasa hormat.

Jadi, menghormati guru, mencium tangan kiai, atau menundukkan kepala bukan bentuk perbudakan spiritual, tetapi simbol penghargaan terhadap sumber ilmu dan pembimbing jiwa. Di sinilah letak keindahan tradisi pesantren—memadukan kecerdasan intelektual dengan kehalusan moral dan kedalaman spiritual.

Santri dan Tantangan Zaman

Hari ini, santri menghadapi tantangan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan derasnya budaya digital menuntut santri untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya tangguh secara spiritual, tetapi juga unggul secara intelektual.

Santri harus melek literasi digital, aktif dalam inovasi sosial, dan menjadi pionir dalam mengembangkan Islam yang ramah, moderat, dan berkemajuan.

Santri di abad ke-21 bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga arsitek masa depan peradaban dunia. Mereka diharapkan mampu berdialog dengan zaman tanpa kehilangan jati diri, sebagaimana pesan KH. Hasyim Asy’ari: “Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.” Santri yang cinta tanah air berarti santri yang peduli pada kemanusiaan, menjaga persatuan, dan menebarkan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.

Momentum Hari Santri 2025 ini hendaknya menjadi refleksi bersama bahwa Indonesia merdeka tidak cukup hanya dijaga oleh kekuatan politik dan ekonomi, tetapi juga oleh kekuatan moral, spiritual, dan intelektual yang dimiliki para santri.

Pesantren perlu terus menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berilmu, beradab, dan berkarakter global. ***

Penulis Adalah Wakil Ketua ICMI Kota Serang dan Pengurus PDM Kota Serang, Indra Martha Rusmana. 

Editor: Jermainne Tirta Dewa
Tags: Hari Santri Nasional 2025Indonesiaperadaban dunia
Previous Post

Terminal Ciboleger Dipenuhi Tumpukkan Sampah, Asalnya dari Wisatawan yang Mau ke Baduy

Next Post

Truk Tambang Parkir Sembarangan Picu Tabrakan Beruntun di Kramatwatu

Related Posts

Android
Opini

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer
Opini

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam
Opini

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
penyiaran
Opini

Menagih Kembali Revisi UU Penyiaran

27 Januari 2026 | 12:10
Load More

Popular

  • Sekda Kota Serang Nanang Saefudin lantik tujuh pejabat di Aula Setda lantai 1 Puspemkot Serang, Senin 2 Maret 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

    Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator, Sekda Kota Serang: Dukung Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocoran Kode Voucher Shopee 3 Maret Big Ramadan Sale 2026, Banjir Promo dan Diskon!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maaf, tapi Pemprov Banten Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kader Baru PAN di Kabupaten Serang Terus Bertambah, Ishak Optimis Jadi Pemenang Pileg

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Dapat THR Terbuka, Besaran dan Pencairan Tunggu Arahan Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Serang Bakal Jadikan Paralayang Wisata Unggulan Baru di Kota Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Niat dan Tata Cara Salat Gerhana Bulan 3 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Masjid Agung Kota Cilegon

Masjid Agung Kota Cilegon Siapkan Fasilitas Iktikaf 10 Hari Terakhir Ramadan

3 Maret 2026 | 19:57
Prediksi cuaca di Banten, Ilustrasi hujan lebat akibat adanya Siklon 90S. (Freepik.com/ Kireyonok_Yuliya)

Siklon 90S Mengancam Banten, BMKG Peringatkan Hujan Sangat Lebat dan Gelombang 4 Meter

3 Maret 2026 | 19:47
Inilah titik rawan kemacetan di Pandeglang

Dishub Petakan Daerah Rawan Macet Selama Mudik Lebaran di Pandeglang, Cek Lokasinya

3 Maret 2026 | 19:35
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyerahkan bantuan RLHB Banten kepada warga saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid As-Salafie, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Senin (2/3) malam.

Safari Ramadan di Labuan, Wagub Banten Dimyati Serahkan Bansos untuk Warga Caringin

3 Maret 2026 | 19:20

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten Beasiswa BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda