BANTENRAYA.COM – Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melanjutkan pengabdian masyarakat di Desa Padasuka, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.
Kegiatan tersebut bergandengan bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMA IP) pada Jumat, 4 Juli 2025.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas warga dalam membangun kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan BUMDes dan pengembangan UMKM.
Baca Juga: Bukan Sekadar Joged Biasa, Inilah Fakta Unik Tukang Tari dalam Tradisi Pacu Jalur di Riau
Melibatkan warga Kampung Rego Baros, dosen Ilmu Pemerintahan UNTIRTA, serta perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten.
Kegiatan edukatif ini mencerminkan sinergi nyata antara dunia akademik dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan lokal.
Dalam sesi penyampaian materi, Heriyana selaku dosen Ilmu Pemerintahan UNTIRTA, menguraikan urgensi penguatan BUMDes sebagai instrumen kemandirian desa.
Baca Juga: Selain Kena Sanksi, Polres Cilegon Tegaskan Kecelakaan Truk Odol Tak Dapatkan Santunan Jasa Raharja
Menurutnya, BUMDes bukan sekadar unit usaha, melainkan sarana untuk memperluas partisipasi warga, membuka lapangan kerja, serta mengelola potensi desa secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong pemanfaatan platform digital seperti TikTok dan YouTube sebagai strategi promosi berbasis komunitas.
Sementara itu, Andri Fitriani Konsultan PLUT KUMKM dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, menyampaikan bahwa UMKM adalah kekuatan utama ekonomi lokal.
Ia menjelaskan berbagai strategi pemberdayaan, mulai dari peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar dan pembiayaan, hingga pentingnya pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan daya saing.
“Keberhasilan usaha bukan hanya soal modal besar, tapi keberanian untuk memulai, berinovasi, dan memanfaatkan peluang yang ada,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, salah satu warga menyampaikan inisiatif pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang telah dirintis di desanya.
Baca Juga: Spesial 7.7! Cek 7 Kode Voucher Shopee Hari Ini 7 Juli 2025, Belanja Hemat dengan Ekstra Diskon
Ia mengajukan pertanyaan mengenai cara membangun kesadaran kolektif agar masyarakat mendukung produk lokal dan BUMDes, meskipun dihadapkan pada keterbatasan dana.
Menanggapi hal ini, para narasumber menekankan bahwa perubahan pola pikir merupakan langkah awal.
Kesadaran untuk bergerak bersama, rasa memiliki, dan semangat “dari masyarakat untuk masyarakat” harus ditanamkan sejak dini.
Baca Juga: 4 Link Twibbon Peringatan Hari Pustakawan Indonesia 2025, Desain Terbaru dan Gratis
Mereka juga menekankan bahwa kreativitas dan kemauan untuk mencoba adalah modal utama untuk melewati keterbatasan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNTIRTA dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berpihak kepada masyarakat.
Tidak hanya sebagai bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun dialog dan kolaborasi antara akademisi dan warga desa.
Baca Juga: Ada yang dari Birokrat hingga Wartawan, KAHMI Siap Bantu Bangun Kabupaten Lebak
Melalui pendekatan partisipatif, edukatif, dan inspiratif, kegiatan ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi desa untuk tumbuh dari potensi yang dimilikinya.
Ilmu Pemerintahan FISIP UNTIRTA percaya bahwa kemandirian desa bukan hanya cita-cita, tetapi tanggung jawab bersama.***















