BANTENRAYA.COM – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriyah.
Di dalamnya terdapat amalan puasa sunah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram.
Pada tahun 1447 H ini, puasa Asyura jatuh pada Minggu, 6 Juli 2025.
Baca Juga: Krakatau Steel Ekspor 2.400 Ton Baja ke Polandia
Apa Itu Puasa Asyura?
Dikutip Bantenraya.com dari Nu.or.id, Puasa Asyura adalah puasa sunah yang dilakukan pada hari ke-10 bulan Muharram.
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa ini karena memiliki banyak keutamaan dan merupakan bentuk penghormatan atas peristiwa besar yang terjadi di masa lalu.
Baca Juga: Mahasiswa Unpam Serang PKL di Banten Raya, Belajar Teknologi Jaringan di Balik Produksi Berita
Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Musa AS berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur karena Allah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
Ketika Nabi Muhammad SAW mendengar hal itu, beliau pun ikut berpuasa dan menganjurkan umat Islam melakukannya.
Bacaan Niat Puasa Asyura
Niat puasa Asyura dibaca di malam hari hingga sebelum waktu Subuh. Berikut niatnya:
Baca Juga: Andra Soni Klaim Koperasi Desa Merah Putih Bisa Bikin Warga Lepas dari Jerat Rentenir
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘Asyura sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya niat puasa Asyura, sunah karena Allah Ta’ala.”
Jika lupa niat di malam hari, masih bisa berniat di pagi hari selama belum makan dan minum sejak Subuh.
Baca Juga: Meminimalisir Kecelakaan Terjadi, Kemenhub RI Gencarkan Aturan Lalu Lintas Truk Odol
Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki keutamaan besar yang disebutkan dalam hadis sahih. Salah satunya adalah dosa setahun yang lalu diampuni oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Andra Tinjau Koperasi Merah Putih, Pemkab Serang Langasung Gercep Bentuk Satgas Kopdes Merah Putih
Keutamaan lainnya:
-Meraih pahala sunah yang besar.
-Meneladani Nabi Muhammad SAW.
-Menyucikan hati dan memperkuat keimanan.
-Sebagai bentuk syukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT.
Baca Juga: Meminimalisir Kecelakaan Terjadi, Kemenhub RI Gencarkan Aturan Lalu Lintas Truk Odol
Cara Mengerjakan Puasa Asyura
1. Niat: Dilakukan di malam hari atau sebelum fajar seperti niat yang sudah disebutkan.
2. Waktu Puasa: Dimulai dari terbit fajar (Subuh) hingga matahari terbenam (Maghrib), seperti puasa Ramadan.
3. Dianjurkan Puasa Tasu’a (9 Muharram): Untuk membedakan puasa Asyura dengan tradisi puasa Yahudi, Nabi Muhammad SAW menganjurkan juga berpuasa pada hari Tasu’a, yaitu tanggal 9 Muharram (Sabtu, 5 Juli 2025).
Baca Juga: Andra Tinjau Koperasi Merah Putih, Pemkab Serang Langasung Gercep Bentuk Satgas Kopdes Merah Putih
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Jika aku masih hidup tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a).” (HR. Muslim)
4. Tidak Ada Sahur Khusus: Boleh sahur seperti biasa, tidak ada makanan atau amalan khusus.
5. Berbuat Kebaikan: Dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, sedekah, dan amalan lain di hari Asyura.
Baca Juga: Selamat Bertugas! Engkos Kosasih Pimpin PWI Serang Raya
Puasa Asyura adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah.
Di tahun 1447 H ini, mari manfaatkan momen 10 Muharram yang jatuh pada Minggu, 6 Juli 2025, dengan menjalankan puasa Asyura secara ikhlas dan penuh keimanan.***



















