BANTENRAYA.COM – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia (Wamenag RI) KH R Muhammad Syafi’i meminta seluruh petugas haji Indonesia untuk menjaga niat dan semangat dalam melayani jemaah selama di Tanah Suci.
Ia menegaskan, pelayanan kepada tamu Allah bukan sekadar tugas, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Jaga terus keikhlasan dan semangat saat melayani tamu Allah. Jangan pernah merasa kecil meski tak dikenal oleh jemaah,” kata Syafi’i dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, Kamis, 5 Juni 2025.
Baca Juga: Dorong Minat dan Kemampuan Baca Al-Qur’an, Pemkot Serang Luncurkan Program Magrib dan Subuh Mengaji
Syafi’i menyampaikan, keberadaan petugas sangat menentukan kelancaran ibadah para jemaah. Bahkan, tanpa disadari, petugas memiliki andil besar dalam membantu jemaah meraih kemabruran.
“Peran Anda semua sangat mulia. Mungkin jemaah tidak menyadari, tapi Anda telah membantu mereka menjalani ibadah dengan lebih tenang dan tertib,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa, tidak sedikit petugas yang bekerja dalam diam seperti mengantar koper, mendampingi jemaah lansia, atau menangani situasi darurat tanpa pernah mendapat apresiasi langsung.
Baca Juga: Contoh Teks Khutbah Idul Adha 2025 Penuh Makna: Meneladani Karater Nabi Ibrahim untuk Kehidupan
Namun ia menegaskan, semua itu tidak akan pernah luput dari catatan Allah.
“Mungkin jemaah tidak mengenal Bapak/Ibu. Mereka tidak mengingat, bahkan kerap mengeluh. Tapi amalan petugas akan dicatat oleh Allah dan akan menjadi pahala yang besar,” tuturnya.
Syafi’i juga bercerita, berdasarkan pengamatannya, ada sebuah momen yang menggambarkan semangat keikhlasan para petugas.
Baca Juga: Jemaah Haji Rawan Terkena Heat Stroke, Simak 6 Tips Jaga Daya Tahan Tubuh Tetap Sehat
Di mana, kata dia, saat dirinya melihat petugas yang sudah sangat lelah namun tetap menyelesaikan tugas berat, Syafi’i mengaku terharu.
“Saya tanya, kenapa masih sanggup mengangkat koper? Petugas itu menjawab: karena ikhlas. Kalau ada tekad dan semangat, lelah itu hilang,” kenangnya.
Lebih lanjut, Syafi’i menambahkan bahwa, jika ada kesempatan bagi petugas untuk berhaji, maka itu adalah rezeki tambahan yang patut disyukuri. Namun ia mengingatkan, tujuan utama tetaplah melayani.
Baca Juga: Kelakar Wakil Walikota Fajar Mengawali Sambutan Acara, Mengaku Belum Sarapan dan Ingin Makan Bakwan
“Mintalah kepada Allah agar diberi kesempatan walau sedikit untuk berhaji. Tapi jangan lupa, tugas utama kita adalah melayani jemaah,” katanya.
Ia juga mengajak kepada para petugas untuk menghadiahkan pahala dari tugas mereka kepada orang tua.
“Berikan pahala itu untuk ayah dan ibu. Pulanglah ke Tanah Air dengan membawa kebahagiaan, dan jadilah keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” pungkasnya.***



















