BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten masih banyak kekurangan hewan ternak kurban.
Hal itu karena Provinsi Banten bukan wilayah produksi hewan ternak kurban.
Untuk mencukupi kebutuhan, Provinsi Banten banyak mendatangkan hewan kurban dari luar daerah.
Baca Juga: Soroti Sederet Masalah di Lebak, JB Singgung Tiga Nama Kepala OPD Agar Dicopot
Perihal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M. Tauchid S, usai memeriksa kesehatan hewan kurban di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa 27 Mei 2025.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban berkolaborasi dengan DKPPP Kota Serang.
Agus mengatakan, hewan ternak sapi rata-rata hampir 80 persen didatangkan dari luar Provinsi Banten.
Baca Juga: Alami Kecelakaan saat Transaksi, Polisi Tangkap Remaja Pengedar Obat Terlarang di Lebak
Begitu juga domba hampir 50 persen didatangkan dari luar, karena Banten bukan wilayah produksi hewan ternak kurban.
“Banten itu kan wilayahnya wilayah konsumsi ya masih banyak mendatangkan dari luar. Contohnya mungkin di sini kan sapi-sapinya banyak juga yang didatangkan dari luar hampir mungkin 80 persen. Itulah keadaan sekarang yang ada bahwa Banten tidak bisa mencukupi untuk kebutuhannya untuk ternak kurban,” ujar Agus.
Ia mengungkapkan, hewan kurban yang masuk ke Banten bervariatif.
Baca Juga: Inilah 3 Macam Puasa Sunnah Jelang Idul Adha, Lengkap dengan Keutamaannya
“Untuk kambing domba bervariasi. Jawa Barat, Lampung dan juga Jawa Tengah. Untuk sapi juga bisa nyebrang ke NTB, Bali,” ungkap Agus.
Agus menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak kurban, pihaknya mendesain model gembala secara massal.
“Kami juga ingin bagaimana peran serta masyarakat bisa berjalan. Konsepnya dalam kawasan yang luas satu kesatuan terintegrasi,” ucap dia.
Baca Juga: Jual Jamu Ilegal Mengandung Bahan Kimia, Pengusaha di Cilegon Terancam 12 Tahun Penjara
Upaya lainnya, kata dia, pihaknya mengoptimalkan secara eksisting yang ada di lapangan dibina dan dioptimalkan.
“Jadi intinya saya tekankan di sini kebijakan Pak gubernur akan mengoptimalkan nanti peternakan yang ada. Kedua kami akan menumbuhkan kembangkan potensi lahan yang ada di Banten untuk dioptimalkan menjadi ladang pengembalaan sapi,” tuturnya.
Agus menyebutkan, wilayah yang akan dilakukan untuk program gembala massal di wilayah Banten Selatan.
Baca Juga: Polda Banten Bongkar Modus Suntik Elpiji 3 Kg ke 12 Kg, Pelaku Raup Untung Ratusan Juta
“Gunung Kencana, Kabupaten Lebak dan Cibitung, Kabupaten Pandeglang. Sekarang kita masih sedang mencari sisi kecocokan. Sekarang tim sedang menyiapkan untuk FS nya kecocokannya di lapangan,” jelas Agus.
Menurut dia, dengan Provinsi Banten menjadi sentra produksi hewan ternak kurban secara otomatis harga pun akan ikut terdongkrak.
“Saya kira kita dengan adanya Banten, sentra produksi harga akan ikut terdongkrak berpengaruh,” katanya. ***



















