BANTENRAYA.COM – Sebanyak 6 pejabat golongan eselon 2 Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengikuti asesmen selama 2 hari di kantor Asesmen Center.
Terpantau di lapangan, kantor Asesmen Center tak dapat dimasuki oleh siapapun karena dibutuhkan keheningan untuk para peserta.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Pendidikan dan Pelatihan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Cilegon Dewi Herlina mengatakan, asesmen tersebut akan diikuti oleh 6 pejabat eselon 2 Pemkot Cilegon selama 2 hari, dari mulai 6 Mei dan 7 Mei 2025.
Diberlakukannya asesmen tersebut sebagai salah satu untuk mengukur kemampuan dan kompetensi kepada eselon 2 dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya.
“Asesmen selama 2 hari ini dikhususkan untuk para eselon 2 yang sudah habis masa berlaku sertifikat kompetensinya, karena sertifikat itu hanya berlaku 3 tahun saja,” kata Dewi kepada Banten Raya saat ditemui di kantor Asesmen Center, Selasa 6 Mei 2025.
Baca Juga: 81 Preman Diamankan Polres Lebak, Modus Pungli di Fasilitas Umum
Adapun yang mengikuti asesmen yaitu Kepala Diskominfo SP Kota Cilegon Agus Zulkarnaen, Kepala Dinkop-UKM Kota Cilegon Didin Maulana, Kepala Dinsos Kota Cilegon Damanhuri, Kepala BPKSDM Kota Cilegon Joko Purwanto, Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin, dan Staff Ahli Agus Ubaidillah.
“Dari seluruh eselon 2 terdapat 28 orang, yang mengikuti asesmen saat ini dikhususkan yang sertifikatnya sudah habis. Kalau yang 22 orang itu masih berlaku sertifikatnya,” jelasnya.
Dalam asesmen para peserta perlu menjawab soal tes dari psikologi dan tes berupa wawancara.
Ia mengungkapkan, untuk hasilnya nanti perlu menunggu waktu dan nilainya akan langsung diolah dari para Asesor Lembaga Administrasi Negara (LAN)
“Sistemnya itu online ya, nanti yang mengolah nilai hasil asesmen ini adalah LAN. Nanti pihak LAN yang akan memberikan laporan kepada kami, lalu kami sampaikan hasilnya ke pimpinan,” ungkapnya.
Baca Juga: Kantor Kosong! 50 Anggota DPRD Pandeglang Tak Tampak Saat Jam Kerja, Diduga Kunker Tanpa Kejelasan
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan asesmen untuk pejabat eselon 3 sebanyak 113 orang, eselon 4 sebanyak 216 orang, dan pelaksana sebanyak 592 orang.
“Kalau untuk asesmen eselon 3, eselon 4, dan pelaksana itu masih menunggu arahan dari pimpinan lebih lanjut,” pungkasnya. (***)


















