BANTENRAYA.COM – Momen Lebaran identik dengan mudik, silaturahmi, dan tentu saja oleh-oleh. Tak jarang, kendaraan pribadi pulang dari kampung halaman dalam kondisi penuh sesak.
Bukan hanya penumpang, tapi juga berbagai bawaan, mulai dari makanan khas daerah, buah tangan untuk tetangga, hingga barang titipan keluarga.
Tapi, tetap waspada dan hati-hati dalam membawa muatan berlebih alias overloading. Karena, hal itu bisa berujung bahaya saat di perjalanan.
Baca Juga: Biadab! Serangan Brutal Israel di Jalur Gaza: 50.669 Warga Palestina Dilaporkan Tewas
Dikutip dari akun media sosial Instagram resminya, @korlantaspolri.ntmc, Korlantas Polri mengingatkan masyarakat soal risiko membawa barang melebihi kapasitas kendaraan.
1. Tenaga mesin kendaraan bisa berkurang drastis
Mesin yang dipaksa membawa beban lebih dari seharusnya akan bekerja lebih berat, sehingga akselerasi melambat dan performa menurun.
Baca Juga: Dukung Kelancaran Arus Balik, PNM Siagakan Posko Mudik BUMN di Balikpapan dan Padang
2. Kinerja rem menjadi tidak optimal, bisa berisiko rem blong
Ini sangat berbahaya, apalagi jika jalur yang anda lintasi adalah jalur menurun atau saat membutuhkan pengereman mendadak.
3. Kendaraan jadi lebih sulit dikendalikan
Beban yang berlebih bisa membuat kendaraan terasa kaku dan tidak responsif, terutama saat berbelok atau menghindari rintangan.
Baca Juga: Jadwal Tayangan Trans7 Hari Ini: Minggu 6 April 2025, Ada Lapor Pak!
4. Ban dan suspensi jadi cepat aus
Tekanan berlebih membuat ban dan sistem suspensi bekerja lebih keras dari biasanya, yang bisa menurunkan kenyamanan dan menambah risiko kerusakan.
5. Bisa merusak fasilitas jalan
Beban berlebih dari kendaraan memicu kerusakan jalan seperti aspal retak dan berlubang, yang pada akhirnya membahayakan pengguna jalan lain.
Baca Juga: Paksa Hubungan Intim Gadis asal Kota Serang, Pria Asal Lampung Dihukum 14 Tahun Penjara
Untuk itu, Korlantas Polri mengimbau agar masyarakat dapat lebih memperhatikan kapasitas kendaraan, terutama saat membawa barang-barang tambahan sepulang mudik.
Karena, keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengemudi, tapi juga kesadaran dalam mengantisipasi hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaan.***



















