BANTENRAYA.COM – Pembantaian terhadap para keluarga di jalur Gaza, Palestina terus dilakukan oleh Israel sejak beberapa waktu terakhir.
Akibat pembantaian tersebut, menewaskan sebanyak 50.669 orang warga Palestina dan 162 orang mengalami luka-luka.
Dikutip Bantenraya.com dari laman resmi aljazeera.com, berikut informasi seputar sebanyak 50.669 warga Palestina telah meninggal dunia.
Baca Juga: Dukung Kelancaran Arus Balik, PNM Siagakan Posko Mudik BUMN di Balikpapan dan Padang
Tidak hanya itu, sumber medis juga diinformasikan tewas sebanyak enam orang dalam serangan udara di Khan Younis, Gaza Selatan.
Dan juga sebanyak enam lainnya mengalami luka dalam serangan Israel yang terjadi di Beilt Hanoon Utara.
Semenjak mengakhiri gencatan senjata selama kurang lebih berminggu-minggu, Israel perang dengan Hamas dari Palestina.
Baca Juga: Jadwal Tayangan Trans7 Hari Ini: Minggu 6 April 2025, Ada Lapor Pak!
Serangan dari Israel tersebut terus berlanjut dengan sangat intensif, terhitung sejak 7 Oktober 2023 yang lalu.
Israel tersebut berusaha untuk dapat merebut lebih banyak wilayah Gaza, Palestina dan melanjutkan pengeboman di wilayah itu.
Dengan alasan, serangan Israel akan terus meningkat hingga kelompok Hamas Palestina membebaskan tawanan Israel yang ditangkap pada 7 Oktober 2023 yang lalu.
Baca Juga: Paksa Hubungan Intim Gadis asal Kota Serang, Pria Asal Lampung Dihukum 14 Tahun Penjara
Hingga kini, serangan dari militer Israel telah menewaskan sebanyak 50.669 orang di Gaza, yang sebagian besar adalah warga sipil.
Walau demikian, Dewan Keamanan PBB segera memberikan seruan untuk menerapkan gencatan senjata.
Adapun Genosida yang dilakukan oleh Israel kepada warga Palestina hingga kini masih terus berlanjut.
Baca Juga: Cari Melinjo di Hutan, Lansia Asal Kabupaten Serang Dilaporkan Hilang
Bahkan pihak Mahkamah Internasional terus mendesak agar dilakukan langkah yang konkret untuk mencegah genosida dan meredakan situasi mengerikan di jalur Gaza, Palestina. ***

















