BANTENRAYA.COM – Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap olahraga catur.
Ketertatikan akan olahraga mengasah kemampuan otak tersebut telah dimulai sejak dirinya menginjak usia remaja.
Dimyati mengatakan, permainan olahraga catur bukan hanya sekadar permainan papan dengan bidak-bidak hitam putih. Ia melihat catur sebagai sumber inspirasi yang kaya akan filosofi, terutama dalam dunia kepemimpinan.
“Saya sudah bermain catur sejak remaja. Ini bukan hanya soal kesenangan, tapi juga cara saya melatih pikiran agar tetap tajam,” kata Dimyati.
Menurutnya, catur menawarkan banyak pelajaran berharga yang relevan dengan bagaimana seseorang memimpin. Dimyati menyoroti bahwa keadilan menjadi nilai utama yang bisa dipetik dari permainan tersebut.
“Dalam catur, semua pemain memulai dengan posisi dan jumlah bidak yang sama. Ini mengajarkan bahwa keadilan adalah fondasi utama dalam memimpin,” jelasnya.
Baca Juga: Biar Halal Bihalal Nyaman, Layanan Cuci Sofa Kami Cleaners Naik 50 Persen Jelang Lebaran
Ia menambahkan, pemimpin yang adil akan menciptakan suasana kerja yang harmonis, di mana setiap individu merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi.
Lebih dari itu, Dimyati menilai bahwa catur menanamkan pentingnya disiplin dan kepatuhan pada aturan.
“Setiap bidak memiliki pola gerakannya sendiri, dan pemain harus memahami serta mematuhi aturan tersebut. Begitu pula dalam kepemimpinan, tanpa disiplin, visi besar sekalipun akan sulit tercapai,” tuturnya.
Dimyati juga menyoroti pentingnya strategi dan perencanaan yang matang. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus berpikir jauh ke depan, layaknya pemain catur yang memperhitungkan langkah demi langkah lawannya.
“Dalam catur, satu langkah yang ceroboh bisa berakibat fatal. Sama halnya dengan kepemimpinan, jika seorang pemimpin tidak mempertimbangkan dampak dari keputusannya, maka bisa saja terjadi kekacauan,” tambahnya.
Namun, yang tak kalah penting menurut Dimyati adalah kemampuan beradaptasi.
Baca Juga: Terdampak Pelemahan Rupiah, Sharp Naikkan Harga Produk 2 Persen
“Permainan catur mengharuskan pemain untuk terus menyesuaikan strategi saat situasi berubah. Ini sangat relevan bagi pemimpin, terutama di era yang penuh ketidakpastian seperti sekarang,” ujarnya.
Lebih dari sekadar ajang adu kecerdasan, Dimyati menilai bahwa catur mampu membentuk karakter pemimpin yang tangguh, bijak, dan berintegritas.
“Pemain catur yang baik tahu bahwa sportivitas adalah kunci. Hal yang sama berlaku dalam kepemimpinan — pemimpin yang sukses adalah mereka yang bisa menjadi teladan bagi timnya,” pungkasnya.***















