BANTENRAYA.COM – Antrian cukup panjang terjadi mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) di depan Masjid Agung Al-Aaraf, Rangkasbitung.Antrian dilakukan warga yang sudah mendapat jatah untuk bisa melakukan penukaran uang. Tak hanya warga Lebak, beberapa diantaranya bahkan ada yang berasal dari luar, seperti Kota Tangerang.
Salah satu warga Tangerang, David mengaku rela melakukan perjalanan selama dua jam dari Tangerang ke Rangkasbitung. Ia menyebut dirinya tak kebagian kuota penukaran yang dibuka di Tangerang. Menggunakan sepeda motornya, ia berangkat sejak pukul 07.30 WIB dari rumahnya. Setelah 65 kilometer perjalanan, ia tiba di Rangkasbitung pada pukul 09.30 WIB.
“Dari rumah pukul 07.30 WIB sampai sini pukul 09.30 WIB, sudah ada beberapa yang antri saya dapat nomor antrian 19,” kata David saat ditemui di lokasi penukaran uang pada Senin, 10 Maret 2025.
David menyebut bahwa sebelum berangkat ke Rangkasbitung, ia harus melakukan pendaftaran secara online melalui website Pintar Bank Indonesia. Di awal David mengaku memilih lokasi penukaran di Masjid Al-Azhom Kota Tangerang, namun sudah penuh. Alhasil ia memilih lokasi di daerah lain, yakni Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Saat penukaran di Rangkasbitung, David harus terlebih dahulu antri untuk mendapatkan nomor tiket penukaran dengan menunjukan bukti pendaftaran online dan KTP.
Baca Juga: Hasil Sidak BPOM, Teri Nasi dan Agar-agar Cincau yang Dijual di Pasar Pandeglang Mengandung Formalin
“Saya war kuota pendaftaran dari pukul 09.00 pagi kemarin tapi gak kebagian, sebelumnya coba pilih di Tangerang dan Jakarta sudah penuh semua, dapatnya di sini,” ucapnya.
Warga lain asal Kecamatan Cipanas yang juga melakukan penukaran uang, Dini mengaku menyesalkan langkah BI yang memangkas kuota lokasi penukaran uang. Tahun lalu, ia menyebut penukaran uang juga dilakukan di Kecamatan Cipanas, namun tahun ini hanya berada di Rangkasbitung. Dini harus berjalan lebih jauh untuk bisa menukar uangnya.
“Padahal tahun lalu ada di Cipanas, tapi sekarang harus ke Rangkas, Alhamdulillah masih kebagian kuota,” kata Dini.
Selain lokasi di Kecamatan Cipanas yang dihilangkan, Dini mengaku kesulitan saat melakukan pendaftaran melalui website yang disiapkan. Ia menyebut mencoba memasuki website sejak pukul 09.00 WIB namun baru bisa diakses pada pukul 11.00 WIB, atau dua jam kemudian. Alhasil, ia mendapatkan antrian penukaran paling terakhir, yakni pukul 13.00 WIB.
“Nominal yang saya tukar Rp2,5 juta. Dapat beberapa pecahan baru, mulai dari Rp5 ribu, Rp20 ribu, dan Rp20 ribu. Untuk bagi-bagi ke saudara. Tahun depan mudah-mudahan penukaran uang diadakan lagi di Cipanas. Biar tidak kejauhan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten menyiapkan dana sebesar Rp 2,7 triliun untuk kebutuhan penukaran uang pada momen Ramadhan dan Idul Fitri 2025. Sebanyak 52 titik lokasi penukaran uang akan disediakan untuk melayani masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah di Provinsi Banten.
Baca Juga: Investor Tiongkok Bidik Investasi Otomotif di Kota Cilegon
“Layanan penukaran uang Rupiah dapat langsung dilakukan di loket kantor bank yang tersebar di 52 lokasi di wilayah Banten, maupun layanan penukaran uang Rupiah melalui kegiatan kas keliling di beberapa titik,” kata Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza M. Moesa melalui keterangan tertulis yang diterima Banten Raya. (***)



















