BANTENRAYA.COM – Koalisi Rakyat Banten Utara Melawan (Karbala) menyoroti berdirinya organisasi Gerakan Pengawal Investasi Nasional (Gerpinas) yang dinilai tidak matang melakukan kajian.
Karbala menyebut ketua Gerpinas Jayadi sempat melakukan penolakan keras terhadap PIK 2 namun secara tiba-tiba menyatakan dukungannya terhadap PIK 2.
Koordinator Karbala Ahmad Muhajir mengatakan, Gerpinas mendukung PIK 2 diduga setelah menerima dana sebesar Rp75 juta dari PIK 2.
Baca Juga: Jelang Bulan Ramadhan Cabai Rawit Tembus Rp 115 Ribu di Sejumlah Pasar di Kota Cilegon
“Jadi Minggu lalu teman saya sekaligus calo tanah, dia memberitahu ke saya bahwa si Jayadi (Ketua Gerpinas) itu telah membuat proposal nominalnya Rp75 juta ditujukan ke PIK 2. Jadi wajarlah sudah ada nominal sudah ada ACC sehingga dia berbalik arah yang awalnya menolak kini mendukung,” ujarnya, pada Rabu, 26 Februari 2025.
Ia menjelaskan, pihaknya menyayangkan kepada Jayadi yang dinilai memiliki kajian yang matang terkait adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PIK 2.
“Tiba-tiba ketika audiensi itu dimulai oleh gerpinas ini seakan-akan mereka itu nongol dengan kedok penghianat. Karena memang dari awal dia menolak tapi sekarang mendukung tanpa pamit, jadi cita-cita masyarakat yang dulu pernah digalang kekuatannya oleh dia sirna begitu saja,”katanya.
Baca Juga: Profil PT OTM yang Bosnya Terseret Kasus Pertamax Oplosan, Lokasinya di Cilegon
Muhajir menuturkan, pihaknya akan terus melakukan penolakan terdahap rencana pembangunan PIK 2 yang dinilai akan merenggut ruang kerja petani dan nelayan di Serang Utara.
“Sebetulnya harga harusnya disesuaikan dengan keridhaan dan keikhlasan si pemilik tanah. Kemudian ada persoalan lingkungan sebagai hak petani dan nelayan yang memang itu harus dikedepankan jika ada pilot project adanya investasi,” jelasnya.
Pihaknya akan mendukung rencana pembangunan jika perusahaan mengembangkan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung swasembada pangan tahun 2027.
“Catatan saya kalau sudah terafiliasi dengan Pik 2 saya dengan keras lantang tetap menolak. Tapi kalau itu BUMN atau pemuda-pemuda sini yang mengusulkan untuk industri swasembada pangan saya paling terdepan mendung,” paparnya.
Ia mengungkapkan, Pemda Serang juga dinilai kurang adil dalam menerima audiensi yang dilakukan oleh Karbala dan Gerpinas di gedung DPRD Kabupaten Serang.
“Itu kan gedung audiendi kemarin milik rakyat bukan milik satu pihak yang mendukung. Ketika ada warga yang melakukan penolakan meraka enggak mau foto bareng, tapi dengan warga yang mendukung Pik 2 ada malah ikut foto bareng,” tuturnya.***



















